Pedagang Pasar Turi Minta Investor Kembalikan Bunga Denda

Surabaya,(DOC) – Ratusan pedagang Pasar Turi sepakat menolak investor pembangunan Pasar PT Gala Mega Invesment join operation(JO) dari tiga investor pembangunan, yaitu PT Centra Asia Investment (PT CAI), PT Lucida Mega (LM) dan PT Gala Bumi Perkasa(GBP).
Rapat yang di gelar disisi utara Pasar Turi, juga menentang pemberlakuan bunga denda cicilan stand pedagang dan biaya strata title yang tidak pernah terrealisasi.
“Selama ini para pedagang pasar turi telah membayar hingga ratusan juta rupiah, untuk biaya denda bunga cicilan dan strata title, namun kesemuanya tidak jelas keberadaannya,” ujar Taufik salah satu pedagang Pasar Turi, yang juga ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi(HPP), usai menggelar rapat umum di lokasi Pasar Turi sisi utara, Senin(7/4/2014).
Denda bunga cicilan yang telah dibayarkan ke pihak investor ini, dianggap Taufik, terlalu berlebihan, karena dalam perjanjian antara pedagang, pemkot dan Investor pembangunan beberapa waktu lalu, denda baru akan diberlakukan setelah para pedagang menempati stand.
“kami para pedagang telah menderita bertahun-tahun, tapi kita tetap membayar cicilan sama dendanya sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. Kenyataannya, hingga kini stand belum juga selesai,”tegas Taufik.
Ia menambahkan, dengan fakta tersebut maka para pedagang meminta biaya denda bunga cicilan stand dan biaya strata title harus dikembalikan. Selain itu para pedagang juga meminta Pemkot Surabaya untuk mengambil alih pembangunan Pasar Turi.
“Pemkot selama ini belum pernah mendengar langsung keluhan pedagang sebenarnya, makanya ketika Pemkot(Eric Cahyadi Kepala Dinas Cipta Karya, Red) hadir dalam pertemuan pedagang ini, merasa kaget dan akan mendata pedagang yang belum masuk pendaftaran stand sekaligus memproses uang denda bunga cicilan stand,” jelasnya.

Taufik menyatakan, deadline penyelesaian pembangunan Pasar Turi akan berakhir 3 hari lagi, namun stand belum juga bisa ditempati oleh pedagang. Untuk itu para pedagang merasa pesimis terhadap investor pembangunan Pasar Turi yang dinilai telah mengumbar janji palsu.
“Para pedagang sepakat meminta kembali uang denda bunga cicilan stand dan biaya strata title yang telah dibayarkan. Nilainya bervariatif yaitu mulai dari belasan juta hingga ratusan juta untuk masing-masing pedagang,”terangnya.

Sementara itu, terpisah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menanggapi permintaan pedagang untuk mengambil alih pembangunan Pasar Turi menyatakan keberatan. Pasalnya jika pemkot mengambil alih pembangunan, maka para pedagang Pasar Turi akan lebih menderita lagi. Mengingat terdapat proses hukum yang harus dilalui.
“Bukannya pemkot tidak mau, namun hal itu semakin menyulitkan pedagang untuk kembali berjualan. Apalagi Perjanjian antara pemkot dan investor tidak ditemui pelanggarannya. Belum lagi soal proses gugatan hukum yang membutuhkan waktu yang lama,” ujar Walikota.

Menurut Risma, pemutusan kontrak kerjasama Investor pembangunan Pasar turi dipastikan akan berdampak pada proses hukum, karena terdapat pihak yang merasa dirugikan. Solusinya, menurut Risma, yaitu mendesak investor untuk segera menyelesaikan pembangunan pasar Turi.
“Kalo sudah masuk rana hukum, maka pembangunan harus dihentikan sementara, hal ini pasti memakan waktu yang lama. Untuk itu upaya saya sekarang yaitu memaksa pedagang untuk menempati standnya agar investor segera menyelesaikan pembangunan Pasar Turi,” pungkasnya.(r7)