Pegawai Dishub Ikuti Diklat Uji Kendaraan ke Tegal

Tidak ada komentar 325 views

Surabaya, (DOC) – Kendati angka kecelakaan di Surabaya tergolong tidak terlalu tinggi, namun Pemkot tetap tak ingin kecolongan. Guna meningkatkan SDM penguji kendaraan bermotor, instansi yang dipimpin Tri Rismaharini itu memberangkatkan 25 pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya ke Tegal, Jawa Tengah.

 Di sana mereka akan didiklat terkait pengujian kendaraan bermotor. Selama lebih kurang satu bulan, yakni mulai tanggal 4 November sampai 9 Desember 2012, para peserta diklat bakal menerima materi di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ).

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya Yayuk Eko Agustin mengatakan, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PKTJ menyelenggarakan diklat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga yang profesional serta memiliki kompetensi terkait pengujian persyaratan teknis laik jalan kendaraan bermotor.

“Dengan adanya diklat ini, diharapkan dapat mewujudkan program pemerintah yaitu penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan,” kata Yayuk saat pembekalan peserta di Ruang Pola Bappeko, Jumat (2/11).

Sementara Kadishub Eddy menuturkan, anak buahnya akan mendapatkan pengetahuan yang berharga tentang pengujian kendaraan bermotor. Pengujian yang dimaksud yakni pra-uji kendaraan yang meliputi pengecakan lampu, kondisi ban, posisi roda, dan lain sebagainya. Selanjutnya ada pula pengecekan elektronik mencakup sistem kemudi, perangkat elektronik kendaraan dan komponen mobil. Dan tak lupa uji gas buang atau uji emisi kendaraan.

“Sekian banyak proses itu harus dilakukan untuk menentukan sebuah kendaraan layak digunakan atau tidak, dalam hal ini yang terpenting adalah memenuhi standar keamanan,” jelasnya.

Sebelum berangkat, para peserta diklat mendapat wejangan dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Ia menyatakan, mereka yang berangkat akan mengemban pekerjaan yang penting karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. Untuk itu, walikota berpesan agar peserta diklat benar-benar serius sehingga bisa menerapkan apa yang diperoleh dengan maksimal.

“Ini tolong jangan main-main, karena apa yang anda kerjakan menyangkut nyawa pengguna jalan,” pesan Risma kepada seluruh peserta. (R9)