‘Pejabat’ BKD Tipu PNS Pemkot

Tidak ada komentar 220 views

Surabaya, (DOC) – Aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat di lingkup Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya belakangan semakin marak. Menyikapi itu, Kepala BKD Yayuk Eko Agustin segera menerbitkan surat edaran yang disebar di seluruh SKPD, sekolah-sekolah hingga kantor kelurahan.

Surat bernomor 800/4546/436.7.6/2012 itu menyatakan bahwa aksi berkedok telepon dari BKD yang intinya meminta transfer sejumlah uang adalah tidak benar. Untuk itu, dihimbau kepada seluruh pegawai agar tidak mudah percaya terhadap usaha penipuan, baik berupa telepon maupun pesan singkat yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Yayuk mengatakan, kasus serupa sebenarnya pernah terjadi beberapa waktu lalu, kemudian mereda setelah pihak BKD melakukan klarifikasi melalui sejumlah media. Namun, seminggu terakhir, upaya penipuan atas nama pejabat BKD mulai meningkat. Itu seiring banyaknya laporan yang masuk kepadanya. “Untungnya sampai sekarang belum ada korban karena yang ditelepon mengkonfirmasi ke kami,” terangnya, Rabu (5/12/2012).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pelaku mengaku sebagai Rizal staf BKD, anak buah dari Henry Rachmanto, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Pegawai. Memang di BKD ada yang bernama Januar Rizal, namun yang bersangkutan tidak tahu-menahu terkait hal itu.

Modus yang digunakan, pelaku mengiming-imingi promosi kenaikan pangkat bagi staf, atau pelantikan menjadi PNS bagi honorer maupun CPNS. Dengan syarat, mentransfer uang ke nomor rekening milik Henry. Nominal yang diminta berkisar 15-20 juta. “Kebanyakan yang dihubungi pegawai-pegawai di kelurahan, ada pula tenaga guru. Sasarannya SKPD-SKPD yang lokasinya jauh dari pusat (balai kota),” kata Yayuk.

Bila dicermati, nampaknya ada beberapa kejanggalan dalam ulah pelaku ini. Pertama, Rizal bukanlan staf bidang pembinaan dan pengembangan pegawai, melainkan bidang mutasi non-fungsional. Kedua, nomor rekening dan nomor telepon bukan milik Henry Rachmanto. Setelah ditelusuri, nomor rekening terdaftar di wilayah Depok.

Kendati belum ada korban, Yayuk memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. “Ini semua sebagai langkah antisipasi. Kami tidak ingin ada pegawai yang termakan tipuan ini,” ungkapnya.

Kepala Bakesbangpol dan Linmas Soemarno mengaku pernah mendapat laporan serupa. Ia menengarai pelaku ada di sekitaran pemkot, buktinya tahu betul daftar telepon dan nama orang yang dituju. Yang lebih dikhawatirkan Soemarno kalau penipuan ini mulai merambah ke masyarakat. “Jangan sampai masyarakat awam yang jadi korban,” tukasnya. (r4)