Pekan Kreatif Srikandi Ajang Promosi Produk

Tidak ada komentar 232 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya. Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) menggelar pameran Pekan Kreatif Srikandi, Kamis (7/11/2013), di ITC Mega Grosir. Kegiatan ini merupakan ajang promosi produk-produk KSM dan pemberdayaan perempuan dengan memberikan ruang usaha dibidang ekonomi.
Melalui pameran ini hendaknya para KSM bisa melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas produk mereka. Untuk itu, Pemkot Surabaya akan melakukan pendampingan mulai pelatihan, peningkatan produk hingga menemukan pasar untuk menjual produk para KSM. Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Surabaya memberikan apresiasi kepada KSM, sebab sebagai pelaku usaha kecil memiliki andil dalam perputaran transaksi ekonomi di Surabaya. “Kalau sudah sukses jangan lupa ajak tetangga dan kerabat supaya bisa meraih sukses bersama-sama,” pesannya dihadapan para peserta pameran.
Risma membarikan motivasi kepada seluruh KSM bahwasanya KSM Surabaya bisa maju dan sukses. Karena, warga kota Surabaya merupakan warga pekerja. Ia memberikan contoh, ketika dunia mengalami krisis di bidang ekonomi. Hal itu, tidak berpengaruh pada kondisi ekonomi KSM di Surabaya. Sebab, KSM di Surabaya selalu bekerja keras tidak mudah meyerah untuk terus berusaha meningkatkan kualitas produknya.
Senada, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Nanis Chairani mengatakan ketika KSM sudah sukses dan mandiri hendaknya bisa menelurkan kesuksesan mereka dengan mengajak tetangga untuk mau berwirausaha. “Harapan kita kebutuhan sehari-hari warga Kota Surabaya bisa dipenuhi sendiri oleh warga. Secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan taraf hidup terutama warga miskin,” harapnya.
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Nanis, akan dilakukan evaluasi sejauh mana perekembangan KSM di Surabaya. Apakah setelah diberi intervensi oleh Bapemas semakin maju atau tidak ada perkembangan. “Kita masih terus memberikan intervensi warga miskin dengan membentuk KSM dan memberikan pelatihan usaha. Tapi, kita terus memantau perkembangan mereka,” tukasnya.
Di Surabaya jumlah KSM yang di bina oleh Bapemas sebanyak 981 KSM. Setiap tahunnya Bapemas akan terus melakukan pendataan KSM, melalui pendataan tersebut dapat diketahui KSM yang tidak berkembang dan masih jalan ditempat.
“Dari hasil pendataan tersebut, nanti akan dikelompokkan sesuai dengan produk yang dihasilkan. Seperti, makanan, batik, dan lainnya. Contohnya KSM yang memperoduksi kue kering, ketika mereka sudah maju kita tetap akan memberikan intervensi. Namun, bentuknya berbeda, misalnya kita akan bantu berikan bahan baku yang murah dan alat produksi yang lebih canggih. Targetannya adalah produk KSM Surabaya bisa masuk ke Supermarket, sehingga penghasilan mereka semakin meningkat,” ujarnya. (r4)