Pelajar Galang Dana Gempa Aceh Di Jalan

Tidak ada komentar 117 views

Lumajang,(DOC) – Para pelajar terdiri dari Satuan Tugas Gerakan Anti Narkoba Smaga (SATGAS GANAS) dan Palang Merah Remaja Smaga (PALMAGITA) merupakan SMA Negeri 3 Lumajang melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk disalurkan kepada korban gempa di Pidie Jaya, Provinsi Banda Aceh.

Sejumlah kurang lebih 30 pelajar SMAN 3 Lumajang melakukan galang dana di perempatan lampu merah Adipura Jalan PB Sudirman Lumajang, Sabtu (10/12/2016) sore.

Selain melakukan penggalangan dana para pelajar terdiri dari Ganas dan PMR menampilkan teatrikal yang menggambarkan dasyatnya gempa yang melanda Aceh sehingga banyak menelan korban jiwa dan gambaran sigapnya para relawan  baik dari TNI, POLRI, PMI, BPBD, Ormas dalam membantu korban gempa, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan puisi tentang Aceh Menangis.

Koordinator aksi Puji Sedya Utami Pembina PMR Palmagita SMAGA.mengatakan, kondisi korban gempa bumi di Pidie Jaya saat ini memprihatinkan sehingga butuh kesadaran semua pihak untuk membantu mereka secara moril dan materil.

“Hari ini kita melakukan galang dana di perempatan Adipura Lumajang untuk membantu korban gempa yang ada di Aceh,”ujarnya.

Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui rekening donasi untuk korban gempa disalah satu stasiun televisi swasta nasional.

“Usai melakukan galang dana di ruang sekolah yang akan dilakukan pada hari selasa (13/12/2016) nanti langsung akan dikirim ke salah satu stasiun televisi swasta nasional,”ujar di sapa Utami.

Sementara itu, Yopi Aris Widiyanto Pembina Satgas Ganas mengatakan, ini merupakan semangat jiwa sosial yang selalu ditanamkan oleh sekolah melalui programnya Smaga In Save Our Nation para pelajar dididik agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

“Untuk mengaplikasikan jiwa peduli tersebut para anggota Satgas Ganas dan PMR Palmagita berupaya untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat,”katanya.

Menurut dia, Gempa dasyat telah mengguncang bumi serambi Mekkah Aceh yang terjadi hari Rabu 7 Desember 2016 lalu,  sekitar pukul 05.00 WIB. Dan lagi-lagi bangsa Indonesia menangis. Setidaknya kurang lebih 80 korban meninggal dunia akibat tertimpa material rumah, Ruko dan ratusan korban luka sedang dirawat dirumah sakit serta ratusan orang mengungsi di Masjid, sekolah dan tenda-tenda pengungsian. Dan mereka saat ini membutuhkan bantuan Obat-obatan, Air bersih, makanan, pakaian dll.

“Berawal dari situlah kami organisasi ekstrakurikuler terketuk hati turun kejalan untuk menggalang dana bagi korban gempa di Aceh guna sedikit meringankan beban saudara kita yang terkena musibah gempa tersebut,”tutur Yopi.(mam/r7)