Pelajar Surabaya Berani dan Bertanggung Jawab

 Featured, Lainnya

Wali kota berdialog dengan pelajar di Surabaya.

Surabaya, (DOC) – Kongres Pelajar Surabaya, Rabu (24/10/2012), digelar di gedung Wanita, Jl Kalibokor. Kongers ini diikuti 600 Ketua OSIS SMP, SMA, SMK Negeri dan Swasta se-Surabaya.

Kongres ini merupakan salah satu langkah pelajar Surabaya untuk mewujudkan pelajar di Surabaya mampu menjadi panutan bagi pelajar lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan menjelaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi keinginan para pengurus OSIS se-Surabaya. “Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi salah satu aktifitas baru yang positif bagi para pelajar di Surabaya,” jelasnya.

Dalam kongres ini, para pelajar yang terdiri dari Ketua OSIS membentuk Forum Komunikasi OSIS Surabaya (FORKOS). Menurut Ikhsan melalui forum ini,nantinya para ketua OSIS mempunyai tanggung jawab untuk memotivasi teman-temannya ketika prestasi di sekolah menurun. Setelah terpilihnya Ketua OSIS SMAN 5 Surabaya, Ifron sebagai ketua FORKOS, maka akan dilakukan setiap setahun sekali untuk pemilihan ketua FORKOS baru.

“Tak hanya itu, forum tersebut juga membahas persoalan lingkungan, permasalahan kenakalan remaja atau pelajar, sampai persoalan trafficking. Mereka juga sedang membuat ikrar yang akan dibacakan pada saat upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota. Ikrar itu, secara bersamaan dibacakan di seluruh sekolah se-Surabaya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berdialog dengan para pelajar. Dalam dialognya, Risma menyampaikan bahwa supaya tidak terjerumus ke hal-hal yang negative. Hendaknya para pelajar ini membentuk kelompok sebagai salah satu wadah eksplorasi.

Menurut Risma, semakin banyak aktifias positif yang dilakukan siswa, maka kemungkinan siswa terjerumus ke hal-hal negatif tidak akan terjadi. Apabila, ada sekolah yang menyelenggarakan kegiatan yang positif di Sekolahnya, Pemerintah Kota Surabaya siap untuk memfasilitasi.

“Kemampuan setiap siswa berbeda-beda. Untuk itu buatlah kelompok sesuai kemampuan dan kesenangan masing-masing. Seperti buat kelompok olahraga, musik, tari, teater, dan masih banyak lainnya. Melalui kelompok-kelompok ini nantinya apa yang menjadi mimpi kalian bisa terwujud. Kalau kegiatan yang dilakukan produktif dan positif, saya yakin persoalan trafficking di Surabaya akan berkuarang,” pungkasnya.

Risma menambahkan yang terpenting adalah para pelajar ini mempunyai tekad untuk membuat suasana pendidikan di Surabaya lebih terkendali. Sehingga, peristiwa tawuran yang terjadi di daerah lain tidak terjadi di Surabaya.

“Melalui kongres ini, bisa mampu merangsang pelajar untuk berani mengutarakan pendapat mereka. Juga mendidik mereka untuk berani bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat. Seperti mereka ingin menjadi penengah ketika ada temanya bertikai. Hal ini sudah member pelajaran pada mereka untuk berani dan bertanggung jawab selaku pemimpin OSIS di Sekolahnya,” ujarnya.

Salah satu pelajar, Adinian Hidayat bertanya kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini tentang kunci sukses menjadi Walikota terbaik nor lima se-dunia. Pertanyaan tersebut dijawab Risma, kunci suksenya yakni selalu berusaha dan bekerja keras. Tidak malu bertanya apabila tidak mengerti. “Selalu terus belajar untuk mencapai kesuksesan,” jawabnya. (R4)