Pelaksanaan Hari Pertama BDF VII, Aman

Tidak ada komentar 211 views

Bali, (DOC) – Presiden RI DR. Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka Bali Democracy Forum (BDF) VII tahun 2014 yang mengambil tema “Evolving Regional Democratic Architecture” dan diikuti kurang lebih 93 negara, pada hari pertama berlangsung aman di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, Jumat (10/10/2014).
Bersama Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, Presiden Filiphina H.E. Benigno Aquino III, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Presiden SBY secara bergantian memberikan sambutan pada acara pembukaan BDF VII tahun 2014, yang pengamanannya melibatkan TNI dari ketiga angkatan dan Polri serta Pecalang (Satuan Pengamanan Adat) Bali.
Di dalam pidatonya Presiden SBY mengatakan, sejak pencetusannya pada 2008, BDF ditujukan sebagai forum untuk meningkatkan kerja sama regional dan internasional di bidang pemajuan demokrasi yang bersifat inklusif. Pendekatan yang diterapkan BDF adalah saling bertukar pengalaman terbaik masing-masing negara dalam proses berdemokrasi.
Disamping itu, Komando Operasi Pengamanan (Koopspam) VVIP BDF VII, telah melakukan pengamanan secara profesional dan proporsional sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan mulai dari pengamanan bandara, pengamanan jalur lalu lintas yang dilewati para delegasi dari Bandara Ngurah Rai menuju Nusa Dua, pengamanan laut serta pengamanan udara yang melibatkan beberapa Alutsista TNI.
Pelaksanaan BDF VII ini mencerminkan optimisme bersama bahwa bangunan demokrasi sejatinya terus tumbuh di kawasan Asia Pasifik, baik dalam konteks perkembangan di tataran domestik satu negara maupun dalam lingkup organisasi-organisasi kerjasama di kawasan. BDF merupakan forum yang dirancang untuk saling bertukar pandangan dan pengalaman terbaik dalam upaya memajukan demokrasi di satu negara maupun kawasan.
Keberhasilan Koopspam VVIP pada pelaksanaan pengamanan BDF hari pertama ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak khususnya masyarakat Bali, karena pelaksanaan BDF merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh negara-negara di Asia-Pasifik kepada Indonesia. Oleh karena itu, kehormatan dan kepercayaan tersebut harus dijunjung tinggi dengan cara berbuat semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dalam suasana aman, nyaman dan kondusif.
Disamping itu, keamanan selama berlangsungnya ajang tahunan ini tidak terlepas dari kesiapan Satgaspam VVIP BDF VII tahun 2014 yang secara sinergi dengan TNI, Polri maupun masyarakat Bali. BDF sendiri merupakan satu proses yang dinamis, terlebih lagi di negara-negara yang tengah melakukan konsolidasi demokrasi terus mencari bentuknya yang terbaik, oleh karenanya, forum ini memberi ruang seluas-luasnya bagi para peserta untuk saling belajar, bahkan untuk Indonesia sekalipun. (puspen/r4)