Pelaksanaan Program 3R Milik Pemkot, Masyarakat Penghasil Sampah Harus Terlibat

 Lainnya

Surabaya,(DOC) – Sejumlah Anggota DPRD kota Surabaya mengkritik program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait penanganan sampah melalui 3 R (reduce, reuse dan recycle). Program yang dianggap bisa mengurangi sampah, dianggap masih belum effektif.

 ,” Coba cek apa sampah yang masuk TPA tiap hari/bulannya apa berkurang. Logikanya kalau 3R sukses, sampah yg ke TPA berkurang,” terang Reni Astuti anggota Komisi D Surabaya,  Selasa (28/2/2017).

Ia menambahkan, data yang dimilikinya, volume sampah di TPA masih tetap sama belum berkurang. “Datanya mana,turun atau naik volume sampah yang masuk ke TPA, silakan tanya ke Komisi C datanya gimana, aku komisi D kurang pas kalau komentar,” imbuhnya.

Sementara, Vicensius Awey anggota Komisi C DPRD Surabaya menyarankan, idealnya program pengelolaan sistem 3 R tersebut (Reduce, Reuse, Recycle), mempunyai target menekan peningkatan volume sampah kota. Sehingga semua elemen masyarakat harus terlibat untuk menjalankan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), khususnya pemukiman warga penghasil sampah domestic dan pelaku industri.

“Hal tersebut lebih ditekankan kepada pengurangan sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan. Metode tersebut menekankan kepada tingkat perilaku konsumtif dari masyarakat serta kedasaran terhadap kerusakan lingkungan akibat bahan tidak terpakai lagi yang berbentuk sampah,” jelas Awey.

Awey juga menegaskan, pengurangan sampah dengan metode 3R berbasis masyarakat yaitu pengurangan sampah mulai awal hingga akhir yang harus dilakukan oleh penghasil sampah. Kegiatan 3R merupakan program yang melibatkan masyarakat.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat terdapat tiga kegiatan yang harus dilakukan secara sinergi dan berkesinambungan, yaitu. Proses pengelolaan sampah sejak dikeluarkan oleh masyarakat. Kemudian proses pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan metoda 3R serta proses pendampingan kepada masyarakat pelaku 3R,” imbuhnya.

Ia mengatakan, saat ini masih banyak pelaku usaha yang masih cuek terhadap program – program pemerintah dalam mengurangi sampah. Untuk itu, harapannya Pemkot bisa bekerja lebih keras lagi untuk menggerakkkan mereka dalam mengurangi volume sampah.

“Masih kita temukan ada banyak perhotelan atau Rumah Makan,  yang tak membuang sampah dengan memilah dan tak memiliki tempat pembuangan sementara (TPS), sebelum seluruh sampah tersebut diangkut menuju TPA. Begitupun juga, ada bayak pemukiman yang belum menerapkan pengelolaan sampah secara TPS terlebih dahulu sebelum menuju TPA,” tegasnya.(rob7)