Pelaku Industri Narkoba Rumahan di Sidoarjo, Residivis

Surabaya, (DOC) – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim menggerebek pabrik atau home industri (industri rumahan) narkoba jenis sabu di Perum Puri Indah Blok D-11 Sidoarjo pada Kamis (13/6/2013) sore. Dengan barang bukti berupa 30 gram senilai Rp 45 juta dan sejumlah peralatan produksi narkotika jenis golongan I itu.
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono setelah mengikuti paparan sebagai pejabat baru di Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jumat (14/6/2013) mengatakan pelakunya merupakan residivis yang sudah tiga kali keluar-masuk penjara dengan kasus produksi sabu, tapi sindikat itu masih merupakan jaringan nasional.
“Dari pengerebekan ini, tiga pelaku berhasil diamankan yaitu ‘EF’ alias alung (38) warga Candi Sidoarjo, ‘Kf’ (38) warga Krian Sidoarjo dan AI (24) warga perumahan Sarinadi Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menjelaskan modus pembuatan pabrik Industri rumahan narkoba ini para tersangka EF meminta izin pengurus warga setempat dengan kedok tempat pembuatan springbed. Rumah iu disewa EF dengan harga Rp 4 juta.
“Pengakuan tersangka sudah sekitar setahunan berproduksi di sini. Namun masih kita konfrontir dengan temuan barang bukti yang ada,” ujar Kapolda Jatim saat didampingi oleh Dirnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Andi Loedianto.
Sementara itu Dirnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Andi Loedianto mengatakan untuk metode produksinya mengunakan pola manual sehingga hasil produksinya juga terbatas. Sedangkan tiga pelaku yang diamankan berdasarkan catatan kepolisian diduga adalah para pelaku lama dalam dunia narkoba.
Terkait dengan pengedaran narkoba ini ia mengatakan tempat peredaran narkoba ini yaitu Jawa Timur, Jakarta, Medan serta beberapa daerah lainnya. “Hasil pemeriksaan sementara, sabu-sabu hasil produksi jaringan ini juga dikirim ke daerah lain, tidak hanya di Jawa Timur,” ujarnya.
Terkait bahan baku pembuatan sabu – sabu ini ia mengatakan ntuk mendapatkan bahan bakunya, ketiga tersangka membelinya sebagian besar dari apotek yang tersebar di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. “Kalau tidak ada di Sidoarjo mereka membeli di apotek di Surabaya,” ujarnya.
Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah 25 gram sabu-sabu yang baru diproduksi, bahan baku yodin 2 botol, fosfored 1 Kg, epidrim 700 gram, soda api 1 Kg, toulen 5 liter, aceton 3 liter, Hcl 2 liter, bong, pipet dan kompor gas, kompor listrik serta bungkus bahab-bahan pembuat sabu-sabu. “Harga sabu-sabu produksi tiga sekawan ini terbilang mahal, mencapai Rp 1,8- Rp 2 juta karena kualitasnya yang bagus,” ujarnya. (ij/r4)