Pelaku Usaha Yogyakarta Merugi Terkena Dampak Kelud

Jakarta, (DOC) – Dampak abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur yang meletus pada Kamis (13/2/2014) malam lalu terhadap perekonomian di Kota Yogyakarta sangat besar. Pelaku usaha di Yogyakarya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak parah semburan abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud. Akibatnya seluruh kegiatan roda perekonomian di Kota Gudek ini selama dua hari tidak berjalan. Namun, tiga hari pasca meletusnya Gunung Kelud, geliat perekonomian di Yogyakarta mulai kembali berputar.
“Banyak sekali pedagang yang rugi. Tidak berani menjajakan dagangannya karena polusi abu vulkanik. Pembeli juga takut karena adanya debu yang menempel, dikhawatirkan mengganggu kesehatan,” ujar Subardi pelaku usaha asal Sleman, DI Yogyakarta.
Pelaku usaha lainnya di Yogyakarta Henny Leksmana mengatakan bahwa hujan abu vulkanik ini membawa dampak yang signifikan untuk kegiatan perekonomian di Yogya. “Toko-toko dan pasar banyak yang tutup. Dampak ekonomi yang diakibatkan oleh abu vulkanik ini akan lebih lama perbaikannya jika dibandingkan dengan penanganan perbaikan atau pembersihan bangunan. Tidak hanya kegiatan ekonomi saja yang terganggu, sektor pariwisata pun merosot pendapatannya,” lanjut pria yang memiliki usaha sebagai pengembang properti.
Salah satu hotel bintang dua yang terletak di Kawasan Tugu Yogyakarta mengaku mengalami kerugian hingga 40 juta per hari. Ini terjadi karena banyaknya tamu hotel yang membatalkan pesanan kamar. Kerugian ini diperkirakan akan terus terjadi selama kondisi Gunung Kelud belum dinyatakan aman.
Kerugian miliaran rupiah juga dialami pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Malioboro. Dua hari pasca meletusnya Gunung Kelud, pedang di Jalan Malioboro tidak ada yang membuka lapaknya. “Di kawasan ini ada sekitar 2500 pedagang dengan omzet satu hari sekitar 500 ribu rupiah. Jumat dan sabtu kemarin kami terpaksa tidak berjualan, kalau dihitung total kerugian selama dua hari sekitar 2 miliaran lah,” ujar Totok pedagang di kawasan Malioboro. (r4)