Pelantikan Toni Jalan Terus, Ketua Dewan Ikuti SK Gubernur

Surabaya,(DOC) – Pelantikan Toni Tamatompol sebagai anggota DPRD Surabaya menggantikan Almarhum Emanuel Lumoindong dipastikan akan digelar, Selasa (19/11/2013) besok. Undangan sidang Paripurna soal pergantian antara waktu, sekaligus pelantikan Ketua DPC Partai Damai Sejahtera(PDS) Surabaya tersebut, telah terkirim ke seluruh anggota DPRD kota Surabaya. “Tinggal pelaksanaannya saja, undangan sudah dikirim semua” ujar Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud, Senin(18/11/2013).
Meskipun terdapat ancaman gugatan atas surat pelantikan Toni Tamatompol, namun hal itu tidak mengubah jadwal sidang paripurna. Menurut Mahmud, pelantikan tetap dilaksanakan sesuai Surat Keputusan(SK) Gubernur Jawa Timur, kecuali besok muncul SK Gubernur soal pembatalan keputusan sebelumnya.

“Saya berpegang teguh pada SK Gubernur Jawa Timur, makanya tetap akan dilantik. Karena hingga saat ini belum ada SK (Gubernur Jatim) yang membatalkannya,” tegasnya.

Mantan Ketua Komisi B juga menyatakan dilema melantik Ketua DPC Partai Damai Sejahtera, Toni Tamatompol sebagai anggota dewan. Mengingat sebelumnya telah tersiar kabar bahwa anggota Fraksi PDS, Rio Patiselano akan melakukan gugatan terhadap pelantikan Tony Tamatompol jika terlaksana.

“Jika tidak melaksanakan ditegur Gubernur, dan digugat yang bersangkutan (Toni Tamatompol, Red). Tapi, jika dilantik digugat yang lain” katanya.

Mahmud menjelaskan, reaksi Rio Patiselano ini memang dipicu oleh Toni sendiri yang mengancam akan merombak seluruh anggota Fraksi PDS, setelah dirinya dilantik. Sekaligus mem PAW anggota Fraksi PDS yang telah mencalonkan legeslatif melalui partai lain. Seperti di ketahui, Rio Patiselano anggota Fraksi PDS yang duduk dikomisi B DPRD Surabaya, kini memang telah terdaftar sebagai calon legeslatif Partai Gerindra Surabaya Dapil 4. “Kalau mau gugat silahkan gugat SK gubernur. Maalahnya kan bukan di dewan sini” terangnya.

Konflik internal PDS Surabaya memang sudah berlangsung sejak lama, sebelum SK Gubernur turun. Sehingga hal itu tidak akan bisa merubah keputusan Gubernur yang telah menyetujui pelantikan Tony Tamatompol sebagai anggota DPRD Surabaya meneruskan masa jabatan Emanuel Lumindong. Mahmud menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan intervensi terhadap masalah internal partai.

“Masalah PAW ini kan sudah berlangsung waktu dipimpin Pak WW. Lagi pula saya juga gak pernah kirim surat ke Gubernur. Jika sekarang turun dan sah, saya lantik” tegasnya.

Sementara itu, terpisah, Salah satu pengurus Ranting PDS Rungkut, telah melayangkan gugatan terhadap SK Gubernur terkait pelantikan Toni Tamatompol yang menggantikan (alm) Immanuel Frederick Lumoindong ke PTUN pada 15 Nopember lalu. Pihak Fraksi PDS DPRD Surabaya yang merasa terancam dengan keberadaan Toni selaku Ketua DPC PDS Surabaya, memaklumi sikap kader di bawah.
Bagi fraksi, melalui juru bicara fraksi Rio Pattisellano, hal itu membuktikan kalau kader pun bisa menilai jika ada yang salah dengan SK Gubernur tersebut. Kader tak bisa menerima karena Toni dianggap sudah bukan kader PDS yang sudah pindah partai saat pencalegan lalu.
Rio juga mendukung pernyataan Ketua Fraksi PDS Simon Lekatompessy bahwa yang menjadi dasar gubernur mengeluarkan SK itu adalah keliru.(k1//k4/r4/r7)