Pemasangan Box Culvert Balongsari Mangkrak, Warga Cemas

Surabaya,(DOC) – Banjir masih mengancam pemukiman warga sekitar Jalan Balongsari akibat berhentinya pembangunan saluran air dengan sistem box culvert di sepanjang jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan, aktivitas pengerjaan proyek pemasangan box culvert yang nilainya sekitar Rp 1 miliar lebih, berhenti sejak awal Januari 2014 lalu. Padahal kondisinya masih mencapai 70 %.

Saat ini kondisi Jl Balongsari amburadul dan sebagian nampak berlubang karena banyak box culvert yang belum terpasang semua. Selain itu tanah bekas galian, pinggir box culvert nampak ambles karena belum dipadatkan. Bahkan pemasangan salurannya tidak lurus dan berbelok sekitar 15 cm di depan toko meubel.
Hal ini jelas membahayakan pengendara bermotor dan memicu kemacetan lalu lintas.

Belum terselesaikannya proyek pemasangan box culvert ini, jelas membuat saluran air belum conect dengan saluran lainnya terutama di perempatan Balongsari Tama. Akibatnya setiap hujan deras, kawasan tersebut tetap tergenang. Bahkan hingga pertengahan Januari 2014, banjir telah melanda sebanyak 2 kali.

Arianto salah satu warga Balongsari Tama barat Block 5, kecamatan Tandes menyatakan, pemasangan box culvert masih belum banyak mempengaruhi antisipasi banjir. Malah sekarang setiap pagi dan sore selalu terjadi kemacetan.

“Warga masih cemas dengan banjir meski sudah dipasang box culvert.
Bahkan sekarang kecemasan bertambah karena macet selalu terjadi di beberapa perempatan jalan,” ungkap Arianto, Jumat(17/1/2014).

Sementara secara terpisah, Kepala PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati, saat dikonfirmasi, Jumat(17/1/2014) masih belum dapat dihubungi. Pejabat yang baru saja diperiksa Kejaksaan terkait dugaan pungli pembebasan lahan MER II-C Gunung Anyar, nampaknya masih enggan menerima telepon dari nomer yang tak dikenal.(r7)