Pembela Plt Sekwan Surabaya, Kecewa Tuntutan Jaksa

 Featured, Hukum

Hari Sulistyowati vs Erick Reginal Tahalele

Surabaya, (DOC) – Aroma pemaksaan kasus dugaan pemukulan terhadap anggota DPRD Kota Surabaya Erick Reginal Tahalele di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan terdakwa Plt Sekwan Hari Sulistyowati semakin menguat. Meskipun banyak saksi yang menyatakan Hari tak lakukan pemukulan, Jaksa masih menuntutnya enam bulan penjara.

Suisno, Tim Kuasa hukum terdakwa tetap berkeyakinan bahwa kliennya tidak bersalah. Sejumlah saksi termasuk Ketua DPRD Kota Surabaya Wishnu Wardhana bahkan sempat bersumpah bahwa tidak ada pemukulan saat dirinya memimpin rapat di Banggar kala itu.

“Jaksa tidak mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan. Mereka melihat dan hadir di rapat Banggar tersebut,” ujarnya usai sidang.

Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum I Wayan Oja Miasta hanya melihat sisi-sisi yang memberatkan saja. Ia tidak mempertimbangkan bahwa saksi-saksi yang dihadirkannya hanyalah berada pada jarak 5-8 meter saat peristiwa dugaan pemukulan tersebut terjadi.

“Saksi dari terdakwa yang hadir justru sebagai pelerai aksi Erick yang berteriak menuju Hari. Kelima saksi menyatakan tak ada pemukulan dan berada paling dekat dengan terdakwa. Ini bukti ada yang salah dengan jaksa,” imbuhnya.

Dalam sidang sebelumnya, Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana serta anggota dewan Irwanto Limantoro, Sachiroel Alim, Agus Santoso dan Syaifudin Zuhri dihadirkan untuk meringankan terdakwa. Para saksi membantah ada pemukulan. (k1/r4)