Pemberhentian BDH Terganjal Proses Verifikasi Calon Pengganti

Surabaya,(DOC) – Wakil Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono(BDH) akhirnya resmi mundur dari jabatannya, menyusul turunnya keputusan Menteri Dalam Negeri(Mendagri), tertanggal 3 Juni 2013 lalu, yang diserahkan ke KPU kota Surabaya.
Surat keputusan yang ditanda tangani Mendagri, Gamawan Fauzi, menyatakan pemberhentian BDH dengan hormat sebagai Wakil Walikota Surabaya, periode 2010 sampai 2015. Dalam keterangannya, Mendagri mengucapkan rasa terimakasih kepada BDH atas jasa-jasanya yang telah mengabdi untuk kota Surabaya.
Salah satu Komisioner KPU kota Surabaya, Edward Dewaruci menyatakan, surat tersebut memang telah diterima KPU. Namun belum bisa di proses, karena KPU masih menunggu surat Walikota untuk memveryvikasi berkas-berkas calon. “Tunggu surat walikota untuk veryfikasi berkas-berkas calon pengganti wawali. Seharusnya DPRD bikin pansus dulu”, terang Edward.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Surabaya, M. Mahmud, mengaku belum mengetahui secara detail soal surat keputusan Mendagri soal persetujauan pemberhentian Wawali kota Surabaya. Namun jika KPU meminta dewan membentuk pansus, maka dirinya akan melakukannya sesegara mungkin. “saya tidak akan menghambat soal proses pengunduruan diri Wawali, sehingga Dewan akan mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Jika diharuskan membentuk Pansus, maka dewan akan membentuknya,” jelas Mantan Wartawan ini.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wakil Walikota Bambang DH, mengundurkan diri dari jabatan politisnya, karena tengah mencalonkan diri sebagai Gubenur Jawa Timur periode 2013 sampai 2018, Agustus mendatang. Rencananya, posisi Wakil Walikota Surabaya akan di gantikan oleh 2 calon dari partai pengusung, yaitu Wisnu Sakti Buana Wakil Ketua DPRD kota Surabaya dan Taro Sasmita Kader DPC PDIP Surabaya. Sejauh ini, perkembangan proses verivykasi kedua calon Wawali tersebut, masih belum dipublikasikan oleh Walikota Surabaya, siapa yang paling diminati.(R7)