Pembinaan Keselamatan Nelayan Kelurahan Kenjeran

Tidak ada komentar 123 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus bagi keselamatan nelayan Surabaya. Rabu (25/9), di Sentra Ikan Bulak (SIB), Kedung Cowek, Dinas Perhubungan memberikan pembinaan keselamatan nelayan. Kebanyakan nelayan Surabaya masih menggunakan alat tradisional sebagai sarana penyelamatan diri ketika melaut. Alat yang digunakan ban dalam bekas dan sarung, tentunya peralatan semacam ini tidak begitu membantu ketika terjadi musibah saat melaut.
Pembinaan kali ini diberikan kepada nelayan Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak. Dalam kesempatan tersebut para peserta mendapatkan pembinaan mengenai tata cara penyelamatan di laut oleh Dishub dan LLAJ Jatim, kemudian juga pembicara dari BMG Maritim Tanjung Perak ikut serta memberikan bimbingan mengenai informasi meteorologi untuk keselamatan dan penangkapan ikan, serta disampaikan pula sosialisasi UU No 17 Tahun 2011 tentang Pelayaran dari Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi menjelaskan, mayoritas nelayan yang ada di Surabaya belum mengetahui pentingnya keselamatan ketka melaut. Mereka belajar melaut secara otodidak, melaut bagi warga pesisir adalah pekerjaan yang turun menurun dilakukan. Sehingga, mereka brlajar melaut masih menggunakan alat tradisional yang telah mereka terapkan bertaun-tahun. Tak hanya pembinaan, para nelayan juga dberikan rompi pelampung (life Jacket), lampu senter kepala, dan plat registrasi masing-masing berjumlah 100 buah.
“Makanya kita selaku pemangku kebijakan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pembinaan ini. Supaya mereka mendapatkan wawasan bahwa keseamatan saat melaut itu sangat penting untuk diperhatikan. Plat register sangat penting, ketika saat terjadi kecelakaan di tengah laut atau terdampar, maka akan langsung diketahui identitasnya,” jelasnya.
Eddi menambahkan Dishub sudah melakukan pembinaan kepada nelayan yang tersebar di pesisir Surabaya. Bantuan yang diberikan tiap tahunnya pun sama. Kedepan kita akan mencoba untuk memberikan bantuan yang lain guna melengkapi peralatan keselamatan nelayan di laut. Kurang lebih ada 1500 nelayan yang telah kita beri pembinaan.
“Saya berarap para nelayan ini secara bertahap bisa memahami aturan di aut serta cara penyelamatan di laut. Disinilah perlunya pembinaan, jadi mereka bisa mengetahui bagaimana teknik berlayar dilaut. Mulai dari kapan harus berlayar dan tanda-tanda alam terjadinya bencana di laut. Mereka juga harus mengetahui simbol-simbol bagaimana meminta bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Lurah Kenjeran, Mas’ud sarana dan prasarana penunjang keselamatan nelayan memang harus diperhatikan. Memang bagi nelayan yang sudah terbiasa di laut, keselamatan diri masih dianggap sepele. Dia berharap berkat adanya pembinaan yang dilakukan Dishub bisa merubah kebiasaan nelayan di Kenjeran dan lebih peduli akan keselamatan dirinya.
“Kalau alat keselamatan sudah terlengkapi, mereka bisa tenang ketika melaut. Keluarga dirumah juga tenang. Saya berharap alat yang sudah diberikan hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai aturan. Supaya kontrolnya mudah, jika terjadi musibah di laut tidak saling menyalahkan,” harapnya.
Kepedulian Pemkot Surabaya, disambut baik oleh nelayan Kecamatan Bulak. Menurut Ketua Kelompok Nelayan Kerapuh Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Sohib dia mewakili nelayan Kelurahan Kenjeran merasa sangat terbantu dengan diberikannya bantuan alat keselamatan.
“Kita sangat senang, karena kita merasa diperhatikan oleh Pemkot Surabaya. Dulu, kita belum pernah diberikan bantuan seperti ini. Alhamdulillah, sekarang kita diberi bantuan, saya akan tekankan pada selurh anggota saya untuk selalu memakai alat keselamatan ketika melaut,” pungkasnya. (r4)