Pemerintah Siap Hadapi Bencana

Tidak ada komentar 118 views

Jakarta (DOC) –  Indonesia saat ini tengah berada pada masa siklus lima tahunan musim hujan. Hujan besar diprediksi terjadi pada awal Desember 2012 hingga Januari 2013. Tidak hanya itu,  musim hujan juga akan disertai dengan angin puting beliung.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah siap menghadapi bencana. Pemerintah mengklaim selama ini sukses dan tanggap dalam menangani bencana.

“Pemerintah mampu mengatasinya apakah karena banjir, dan sebagainya. Musibah bukan menghilangkan atau meniadakan karena itu tidak ada dan tidak bisa. Manakala terjadi, pemerintah mampu menanganinya,” kata Agung Laksono, usai memimpin rapat koordinasi  tingkat menteri tentang kesiapan kementerian/lembaga menghadapi musim penghujan dan angin puting beliung di Kantor Kemenkokesra, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Dalam penanggulangan banjir telah dikeluarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2012 untuk melakukan penanggulangan banjir dan tanah longsor mulai dari status siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan dan pasca bencana. Inpres itu juga untuk melakukan koordinasi dan kerjasama untuk melaksanakan penanggulangan banjir dan tanah longsor, serta meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan, bencana yang paling mendominasi sepanjang 2012 adalah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, kekeringan dan puting beliung, yang mencapai 85 persen, bahkan cenderung meningkat. Bandingkan dengan rata-rata bencana hidrometeorologi selama   2002-2011, yakn meningkat hingga 80 persen dengan perincian puting beliung 259 kejadian (36%), banjir 193 kejadian (26%), dan tanah longsor 138 kejadian (19%).

Menurut Syamsul Maarif, masalah banjir disebabkan oleh dua faktor yaitu perubahan iklim dan perilaku manusia. Oleh sebab itu, penyelesaian banjir harus melibatkan masyarakat.

“Masyarakat harus ditempatkan dalam penanganan banjir,” ujar Syamsul Maarif.

Untuk mengantisipasi banjir, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan normalisasi serta pemeliharaan sungai-sungai di Ibu Kota, membangun waduk untuk mengendalikan banjir, penataan tata ruang, dan membangun sumur resapan, sehingga saat hujan, air meresap ke dalam tanah.(K-4/kbr)