Pemilihan Ketua Hanura Surabaya Ditunda

Tidak ada komentar 98 views

Surabaya, (DOC) – Ketua DPRD Kota Surabaya Wishnu Wardhana yang dipecat dari keanggotaannya di Partai Demokrat dan berniat mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Partai Hanura Surabaya hingga kini masih terganjal karena belum mendapat rekomendasi dari DPP Partai Hanura. 

“Ada hal teknis kenapa Muscablub DPC Hanura yang seharusnya digelar Rabu (20/3/2013) ditunda dilaksanakan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Gatot Tantra ketika dikonfirmasi Rabu (20/3/2013).

Menurut dia, salah satu hal teknis yang dimaksud adalah belum adanya surat pengunduran diri dari Wishnu Wardhana dari keanggotan Partai Demokrat sebagai syarat untuk maju sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya.

Meski saat ini posisi Wishnu Wardhana sudah dipecat dari keanggotaannya di Partai Demokrat, lanjut dia, namun hal itu masih diperlukan oleh Partai Hanura sebagai dasar pemberian rekomendasi dari DPP Partai Hanura. Hal ini mengingat Wishnu bukan kader Partai Hanura sehingga harus mengikuti aturan yang ada. “ Pak Wishnu bukan kader sehingga harus mendapat rekom dari DPP. Jangan sampai kita dianggap melanggar aturan partai,” papar Gatot.

Gatot yang juga Ketua Tim Bappilu dan Tim Pemenangan Pilgub 2013 DPD Partai Hanura Jatim mengatakan, pihaknya akan tetap meminta salinan dari SK pemecatan Wishnu Wardhana dari keanggota Partai Demokrat. “Saya kira pak Wishnu sudah dapat SK-nya, dan saya sudah minta agar menyerahkan copy SK pemecatan tersebut,” tandasnya.

Ditanya apa DPD Hanura Jatim mendukung Wishnu menjadi Ketua DPC Hanura Surabaya, Gatot menyatakan, pada prinsipnya siapa saja boleh mencalonkan dan harus sesuai aturan. Selama memenuhi syarat, pihaknya tidak mempermasalahkannya. “Jadi, sepanjang yang bersangkutan memenuhi persyaratan, ya kita welcome saja,” ungkapnya.

Sementara sebuah sumber di Partai Hanura menyebutkan, untuk menjadi ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Wishnu Wardhana masih belum memenuhi perlengkapan persyaratan, yakni belum mengantongi surat pengunduran diri dari Partai Demokrat. “Selain itu, Pak Wishnu itu sudah dipecat, tapi masih melawan. Dua hal itu mungkin yang jadi pertimbangan untuk menunda pelaksanaan Muscablub,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya Handoyo menyatakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) DPC Partai Hanura Kota Surabaya yang seharusnya dilaksanakan di RM Nur Pacifik Rabu (20/3) ini gagal dilaksanakan dengan alasan terkendala masalah teknis.

“Batal digelar hari ini ( kemarin, red) karena ada masalah teknis aja.Jadwal Muscablub dengan agenda pemilihan Ketua DPC Partai Hanura Surabaya yang baru diganti pada Kamis (21/3) siang,” ungkapnya.

Menurut dia, pengurus DPC dan DPD telah mengadakan konsolidasi pada Selasa (19/3) malam terkait pembatalan Muscablub. “Rapat internal sudah ada kesepakatan bahwa Muscablub diundur satu hari,” katanya.

Saat ditanya alasan teknis tersebut, Handoyo tidak berkenan menjelaskannya secara detil. “Pokoknya ada masalah teknis saja, yang jelas Muscablub digelar besok (hari ini, red),” imbuhnya.

Tapi ketika didesak apa karena Wishnu Wardhana belum mendapat rekomendasi dari DPP Partai Hanura? Handoyo menyebut dengan dipecatnya Wishnu Wardhana secara resmi oleh DPP Partai Demokrat, tentu disertai pencabutan kartu tanda anggota (KTA).”Intinya, pencalonan pak Wishnu sebagai ketua sudah legal karena sudah menunjukkan bukti surat pemecatannya dari Partai Demokrat dan Kartu Tanda Anggota (KTA) nya sudah dicabut,”ucap Handoyo.

Menurut dia, secara lisan Wishnu Wardhana sendiri sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Hanura, namun karena kendala teknis sehingga sampai Rabu (20/3) surat resminya belum sampai di Surabaya.“Pak Wishnu sudah mendapatkan rekom dari DPP, hanya saja karena kendala teknis, surat resminya belum sampai di Surabaya ,” jelasnya.

PD Siapkan Surat Pengunduran Diri

Sementara DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya menyatakan kesiapannya untuk membuatkan surat pengunduran diri Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana sebagai syarat untuk mendapatkan rekomendasi menjadi Ketua DPC Partai Hanura Surabaya.

“Ya, silahkan saja. Kami tidak akan mempersulit Wishnu mendapatkan surat pengunduran diri sebagai anggota Partai Demokrat,”ujar Ketua DPC PD Surabaya Dadik Risdaryanto.

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya meminta Wishnu juga legowo untuk segera mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Ketua DPRD Surabaya. “Dia membantu kita, kita juga tidak mempersulitnya,” katanya.

Menurut Dadik, pihaknya akan terbuka untuk menjalin komunikasi dengan siapapun termasuk dengan Wishnu Wardhana. “Kita sama-sama saling mengisi,” tandasnya.
Selain itu, lanjut dia, surat pengunduran tersebut juga berguna saat mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislator (caleg). Sebab surat itu nantinya akan diminta oleh KPU Surabaya.

Sebelumnya, Wishnu Wardhana menyatakan dengan posisinya yang kini resmi dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat oleh DPP PD, justru menguntungkan bagi dirinya. “Jadi, tidak ada lagi keharusan bagi saya untuk membuat surat pengunduran diri sebagai kader Demokrat jika ingin pindah ke partai lain. Sebab saya sudah resmi dipecat,”tegasnya. (r12/r4)