Pemilihan Wawali Kota Surabaya Gagal Lagi

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya,(DOC) – Indikasi adanya aksi penjegalan keingingan Wisnu Sakti Buana (WS) menggantikan posisi Bambang DH (BDH) sebagai wakil walikota Surabaya, yang dilakukan oleh orang-orang dekat Walikota Tri Rismaharini, semakin menguat.

Terbukti dengan gagalnya pembentukan tim Panitia Pemilihan Walikota Surabaya, yang dijadwalkan hari ini, Kamis(1/8/2013).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi penjegalan ini diprakarsai oleh salah satu pengusaha yang tidak suka dengan Wisnu Sakti Buana jika menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya. Bahkan pengusaha tersebut, sudah menyiapkan dana sebesar Rp. 1,8 miliar untuk dibagi-bagikan kepada wakil rakyat agar membatalkan pelantikan Wakil Walikota Surabaya.
Uang sebesar itu akan di serahkan ke masing-masing Ketua fraksi senilai Rp. 50 Juta dan Rp. 25 Juta untuk masing-masing anggota fraksi yang ada di DPRD Surabaya.

Awalnya sidang paripurna pemilihan wawali akan diagendakan pada Jumat(2/8/2013) besok, oleh bagian persidangan seketaris DPRD Kota Surabaya.Namun karena panitia pemilihan wawali belum terbentuk, maka dipastikan pelantikan Wsinu Sakti Buana akan gagal.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Surabaya, M Mahmud menyatakan, sampai sekarang hanya dua fraksi yang mengirimkan nama untuk menjadi panitia pemilihan. Berdasarkan dari hasil rapat Banmus Rabu(31/7/2013) kemarin, panitia pemilihan yang terdiri dari perwakilan fraksi memang diperlukan.

“ Sampai sekarang baru dua fraksi yang mengirim nama untuk dijadikan panitia pemilihan, PDI Perjuangan mngusulkan Baktiono dan PDS mengusulkan Simon sedangkan yang lainnya belum mengirim,” kata Machmud, Kamis(1/8/2013).

Secara otomatis lanjut Machmud, pembentukan panitia pemilihan yang seharusnya dilakukan hari kamis (kemarin Red.) gagal dilakukan karena 7 fraksi lainnya belum mengirimkan salah satu anggotanya untuk jadi perwakilan panitia.

“Seharusnya ya hari ini (kemarin Red) tapi hanya dua fraksi yang mengirim dan akan kita agendakan ulang,” ujarnya. Sembari menjelaskan belum terbentuknya panitia sidang paripurna yang mengagendakn pemilihan wakil wali kota akan diundur lagi. “ Gimana mau melakukan sidang paripurna kalau panitia pemilihan belum terbentuk.” tegasnya.

Untuk itu kata kader Partai Demokrat ini menghimbuh kepada ketua fraksi untuk segera mengirimkan salah satu anggota fraksinya untuk dijadikan panitia pemilihan. Jika tidak segera dikirimkan maka pelaksanaan sidang paripurna yang membahas pemilihan pengganti BDH belum bisa dijadwalkan.

“ Kami meminta Ketua fraksi untuk secepatnya mengirim perwakilannya, “ imbuhnya.

Sementara itu pembina Fraksi Golkar Adies Kadir menbenarkan kalau fraksinya belum mengirimkan satu nama untuk menjadi perwakilan panita pemilihan. “ Tadi saya telpon ketua Fraksi Golkar posisinya sekarang lagi kunker sehingga belum mengirim perwakilan,” kata Adies caleg DPR RI ini.

Lebih lanjut Adies menegaskan dirinya sudah mengintruksikan ketua Fraksi untuk segera mengirim salah satu perwakilan. Supaya pelaksanaan sidang paripurna dengan agenda proses pemilihan wakil wali kota segera terlaksana, pasalnya kursi nomor dua dikota Pahlawan merupakan partai pengusung pemenang pencalonan walikota.

“ Ini hak PDI Perjuangan tidak bisa diganggu gugat,” ujarnya. Lebih lanjut Adies menghimbuh kepada fraksi PDI Perjuangan lebih inten lagi melakukan konmunikasi dengan fraksi – fraksi yang ada di DPRD. “ Saya pikir Fraksi PDIP dan WS harus lebih inten lagi karena ini merupakan hak mereka,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi PKB Gus Na’im, jika fraksinya belum mengirim perwakilan karena belum melakukan kordinasi terhadap dengan anggotanya. “ Belum saya kirimkan, dan saya seharusnya hari ini ada rapat pembentukan panitia pemilihan dan saya sudah menunggu dari tadi pagi namun sampai sekarang belum ada kabar,” ujarnya.

Dengan molornya jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya namun tidak bisa dilakukan tentunya indikasi adnaya intervensi orang sekeliling Walikota Tri Risma yang intervensi untuk menggagalkan langkah WS semakin terbukti. Apa lagi terdengar kabar yang semakin kencang jika ketua fraksi sudah ditawari sejumlah uang supaya memolorkan jadwal pemilihan.

Sebelumnya diberitakan, indikasi adanya skenario menjegal WS sebagai Wawali Surabaya, ini terlihat dari belum adanya tindak lanjut pembentuk Panlin (Panitia Pemilihan). Padahal, mekenisme dan tata tertib (Tatib) pemilihan wawali telah ditetapkan Pansus. Sementara pelaksanaan sidang paripurna tinggal dua hari lagi yang direncanakan pada Jumat (02/08) besok. Bakal ada scenario memolorkan sidang. Orang-orang sekeliling Risma disinyalir memainkan peran memolorkan sidang paripurna ini. Skenarionya paripurna molor hingga tiga kali. Caranya, anggota dewan nanti tidak hadir sehingga paripurna tidak bisa dilaksanakan karena tidak memenui kuorum.(Idin/R7)