Pemilik Bangunan Mangkrak Ketakutan

Tidak ada komentar 833 views

Surabaya (DOC) – Usaha Pemerintah Kota (Pemkot) memanggil para pemilik bangunan mangkrak di Surabaya mulai membuahkan hasil. Ditemui di ruangannya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeko) Agus Imam Sonhaji menyatakan, saat ini sudah ada tiga bangunan yang mulai dilanjutkan proses pengerjaanya.
Menurut Agus Imam Sonhaji, Beberapa bangunan yang saat ini mulai melanjutkan pengerjaan adalah di jalan Ngagel, di depan Siola serta di jalan Basuki Rahmat (Basra). “Untuk jumlah bangunan mangkrak, jumlahnya tidak mencapai puluhan. Makanya, saya juga turut senang ketika suda ada yang mulai bergerak melanjutkna pembangunan,” ujar Agus Sonhaji, Kamis (12/9/2013).
Agus Sonhaji menjelaskan, usaha mendesak pemilik bangunan untuk segera melanjutkan proses pengerjaan bukanlah hal yang mudah. Sebab berdasarkan keterangan yang ia terima, ada banyak kendala yang dialami para pemilik. Salah satunya adalah soal pendanaan.
Apalagi, pemerintah kota juga tidak bisa intervensi terlalu jauh, mengingat bangunan tersebut milik swasta. Lain lagi, jika bangunan yang mangkrak itu milik pemkot. Namun sejauh ini, pihaknya selalu memberi kemudahan dengan harapan pembangunan yang sempat mangkrak bisa segera diselesaikan.
”Kami (pemkot, red) biasanya hanya bisa membantu melakukan mediasi ketika ada masalah. Baik itu dengan warga atau dengan pemiilik bangunan yang ada di sekitarnya,” terangnya.
Selain siap membantu dalam mediasi, Agus Sonhaji menyebutkan pemerintah kota juga memberi kemudahan dalam mengurus ijin mendirikan bangunan (IMB). Bantuan lainya adalah dengan memblow up masalah tersebut ke media.
“Biasanya yang paling efektif itu lewat media. Sebab pemilik bangunan merasa disentil oleh orang banyak,” tandas mantan Kepala dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) ini.
Sementara itu, Kabid Fisik dan Sarana Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Gde Dwija Djaja membenarkan, bila pihaknya mulai mendekati para ;pemilik bangunan mangkrak di Surabaya. meski demikian, Dwija mengaku tidak memiliki data yang pasti soal jumlah bangunan mangkrak di Surabaya.
“Untuk jumlahnya, tanya saja ke DCKTR di bidang tata bangunan,” kata Dwija.
Terpisah, Anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Sudirjo meminta agar pemerintah kota tidak hanya mendesak pemilik bangunan untuk menyelesaikan pembangunanya. Lebih dari itu, pemilik juga harus dikenai denda berlipat.
“Para pemilik juga mesti dikenai pajak berlipat jika bangunan miliknya dibiarkan mangkrak,” tegas Sudirjo.
Menurut Sudirjo, seharusnya ada perjanjian jelas yang mengikat antara Pemkot dan pemiliknya. Karena rasanya kurang tepat kalau kota sebesar Surabaya memiliki banyak bangunan kumuh alias mangkrak. Sebab, selain merusak estetika kota, keamanan di sekitar juga jadi tidak terjamin.
“Padahal saya percaya, jika bangunan itu sudah jadi, akan membangkitkan ekonomi kota, tentunya,” terangnya.
Politisi asal PAN ini menyebutkan, salah satu contoh bangunan mangkrak yang perlu segera diselesaikan adalah bangunan gedung di Jl. Embong Malang. Dimana bangunan di sisi barat UFO itu sudah mangkrak sejak 1990-an. Sayangnya, hingga kini gedung itu belum ada perbaikan ulang. Padahal, bangunan gedung itu persis di jatung kota Surabaya.
“Tolong dinas terkait carikan jalan keluarnya agar pembangunan kota bisa berjalan sesuai harapan masyarakat kota,” pungkas politisi yang dikenal vokal itu.(k1/r4)