Peminat CPNS Capai 2,1 Juta

Tidak ada komentar 157 views

Surabaya, (DOC) – Minat masyarakat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) cukup tinggi. Dari pembukaan pendaftaran Calon PNS 2014 yang diumumkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) kini jumlah pendaftar tercatat mencapai lebih dari 2,1 juta orang.
“Dari 366 instansi yang membuka lowongan untuk 100.000 formasi se-Indonesia, kini jumlah pelamar hingga hari Minggu (21/9) telah mencapai 2.140.996 orang. Jumlah ini akan terus bertambah, karena masih banyak instansi yang masih membuka pendaftaran CPNS,” kata Menteri PAN dan RB, Azwar Abubakar.
Ia memprediksikan jumlah pendaftar CPNS tahun ini dengan menggunakan sistem online bisa mencapai 3 juta orang.
Menurut dia, sistem online tersebut cukup bagus dan efektif, karena pendaftaran bisa terpantau dan terintegrasi oleh pusat. Kendati sistem dinilai memudahkan pendaftar, namun juga tak lepas dari persoalan.
Azwar mengungkapkan jika diawal pembukaan pendaftaran beberapa minggu lalu sempat terjadi gangguan. “Ada orang yang sengaja mengganggu dengan mendaftar dan menggunakan e-mail palsu,” katanya.
Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung. Tercatat sekitar 10.000 pendaftar gunakan akun e-mail palsu, sehingga saat dikirimi balasan email pendaftaran tidak sampai. “Pihak yang memiliki otoritas pengelolaan sistem online ini sempat terganggu tapi selanjutnya sudah tidak (adanya gangguan) lagi,” ujarnya.
Mengenai cara online yang juga menggunakan sistem paperless (tanpa kertas/berkas) ini, ia juga mengaskan sejak awal kebijakan CPNS 2014 memang paperless. Namun, fakta yang ada terdapat banyak pemkab/pemkot yang masih meminta pengiriman berkas atau data pelamar melalui via pos.
Azwar pun menyangkal hal tersebut. “Sejak awal kita memudahkan dengan sistem pendaftaran online. Tidak ada yang kirim berkas, kecuali setelah ujian dinyatakan lulus baru kelengkapan berkas seperti SKCK dan lain-lain dilengkapi. Jadi daftar hanya modal e-KTP saja,” tegasnya.
Azwar mengaku kendala yang paling sering muncul adalah keluhan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda saat e-register. “Kami juga masih cari cara kalau gagal yang e-register berikan register manual atau offline.
Kenapa satu NIK dua orang, kita enggak itung, kita buat manajemen itu tidak sempat terpikir akan muncul masalah seperti KTP. Ini saya minta deputi memikirkan solusinya. Ini pengalaman pertama, jadi enggak boleh panik,” ungkapnya.
Walau pengoperasian aplikasi CAT masih banyak celah, tetapi dia tidak ingin menyerah. “Jangan nyerah, kementerian lembaga yang sudah siap. Tahun ini semua kementerian pakai CAT semua Indonesia bisa ikut,” tegasnya.
Ia pun memberikan tips lulus tes CPNS 2014. “Trust no one. Jangan percaya pada siapapun tapi percaya pada diri sendiri. Belajar dan Berdoa. Itu saja yang paling penting,” ungkap Azwar. (r4)