Pemkot Awasi Hewan Qurban

 Kesra

Surabaya, (DOC) – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1433 H yang jatuh pada 26 Oktober mendatang, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pertanian (Distan) mulai melakukan pengawasan terhadap hewan qurban. Hal tersebut diutarakan Kepala Distan Samsul Arifin, Kamis (18/10/2012).
“Biasanya kami mulai melaksanakan monitoring pada H-7, namun informasinya kemarin (17/10/2012) hewan qurban sudah mulai berdatangan. Jadi pengawasan juga sudah berjalan sejak kemarin,” katanya. Samsul menjelaskan, Distan Surabaya bekerja sama dengan Dinas Peternakan Jatim, FKH Universitas Airlangga, FKH Universitas Wijaya Kusuma, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menerjunkan total 105 petugas. Disamping itu, Distan juga menyiagakan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan mantri yang bersertifikat di setiap kecamatan. Tujuannya, untuk membantu pengawasan di seluruh wilayah Surabaya.
“Mereka akan segera melapor dan berkoordinasi jika menjumpai adanya permasalahan di lapangan,” ujarnya.
Samsul menjelaskan, hal pertama yang akan dilakukan petugas adalah menanyakan asal-usul hewan serta mengecek kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Surat tersebut sangat penting karena dari situ bisa diketahui kondisi kesehatan ternak dan daerah asal hewan tersebut. Ia mengatakan, kalau tidak ada SKKH-nya, ada kemungkinan hewan qurban tidak sehat atau bahkan bisa jadi hewan curian. “Kalau sudah urusan pidana ya kami laporkan ke pihak kepolisian,” tandasnya.
Setelah pemeriksaan dokumen, petugas akan lanjut membuka mulut hewan guna mengecek struktur giginya. Hal ini untuk memantau umur dan kondisi fisik ternak. Beberapa syarat hewan yang akan diqurbankan yakni harus jantan dan tidak cacat fisik.
Kemudian proses akan berlanjut ke cek mata. Menurut Samsul, mata hewan qurban yang baik adalah yang tidak redup atau sayu. “Kalau hewan ternak diglonggong air itu cirinya pasti matanya redup. Nah, untuk mengantisipasi ternak glonggongan kami akan cek matanya,” ungkap Samsul.
Ia menghimbau bagi masyarakat yang menjumpai masalah terkait hewan qurban dapat segera melaporkannya ke Dinas Pertanian Kota Surabaya. (R4)