Pemkot Coolling Down Terkait Penutupan Lokalisasi

Tidak ada komentar 194 views

Surabaya,(DOC) – Ketegangan warga sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak yang kian memanas pasca munculnya kebijakan penutupan lokalisasi Surabaya 19 Juni mendatang, membuat Wakil walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana meminta semua pihak untuk coolling down.

Politisi asal PDIP ini, yang selama ini intens menemui warga, juga akan diikuti oleh Pemkot Surabaya, yang berencana mencopot kamera CCTV dan menghentikan razia.

Wisnu Sakti menyatakan, dengan meredanya sikap pemkot ini, bukan berarti target penutupan lokalisasi serta merta di hentikan. Upaya ini hanya untuk menghindari bentrok antara warga dan aparat.
Saat ini Pemkot akan melakukan pertemuan secara intensif guna memberikan pemahaman atas kebijakan penutupan lokalisasi se-Surabaya.

“Kami tetap optimis bisa dilakukan, karena pelaksanaan program ini sejatinya baru kita awali meski sudah berjalan lama, untuk itu acara temu warga terus kami lakukan, hingga saat ini sudah mencakup 4 RW, tinggal 1 RW yang posisi tepat di gang Dolly, jadwalnya masih nanti malam,” katanya, Rabu(21/5/2014)

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan warga sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak, telah menunjukkan progress positif. Karena sebagian warga sudah mulai memahami, meski dengan syarat jaminan penghasilan bulanan untuk warga terdampak. Dalam hal ini, menurut Wisnu, Pemkot akan konsiten untuk memenuhi permintaan warga.

“Hasilnya jelas, secara implisit warga sudah mulai memahami program yang disiapkan, terutama soal kesiapan pemkot dalam menjamin kelangsungan hidup mereka terkait penghasilannya yang akan hilang,” jelas ketua DPC PDIP Surabaya ini.

Jaminan hidup dengan penghasilan tetap bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari kegiatan prostitusi Dolly dan Jarak, menurut Wisnu, beberapa program telah disiapkan, yaitu diantaranya membuka lapangan kerja baru yang diperuntukkan bagi keluarga warga sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak.

“Jika diantara mereka ada yang mempunyai ijazah setaraf SMA dan sebagainya bisa kita masukkan ke tenaga outshourching di Pemkot, sementara untuk yang lain diberikan latihan usaha dan sarana kebutuhan untuk usahanya,” tandasnya.(r7)