Pemkot Entaskan 29 PSK

Tidak ada komentar 187 views

Surabaya, (DOC) – Gelombang pengentasan pekerja seks komersial (PSK) terus bergulir. Setelah menutup 22 wisma di lokalisasi Tambak Asri beberapa waktu lalu, kali ini Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) mewisuda 29 wanita harapan –sebutan bagi mantan PSK.

Bertempat di SIBEC-ITC, sekitar 1.000 PSK turut menghadiri acara itu. Mereka berasal dari seluruh lokalisasi di Surabaya. Harapannya, agar keberhasilan 29 wanita harapan yang telah mentas dari profesi lamanya itu dapat menularkan inspirasi bagi para PSK.

Wanita harapan yang diwisuda sebelumnya telah mendapatkan pelatihan selama Nopember 2012, yang dikemas dalam bentuk sesi motivasi dan keterampilan. Materi-materi yang diberikan antara lain, tata boga, tata rias, tata rambut, tata niaga, dan kerajinan. “Mulanya pelatihan ini diikuti oleh 90 peserta. Setelah melalui serangkaian proses, kini tersisa 29 wanita. Merekalah yang konsisten hingga akhir dan menyatakan komitmennya untuk memulai profesi baru,” kata Pembina YSKB Caleb Natanielliem.

Pembina yayasan yang juga berafiliasi dengan Gereja Mawar Sharon ini mengajak semua PSK untuk melupakan masa lalu dan menatap ke depan. “Anda adalah pembawa harapan. Tinggalkan masa lalu dan tataplah masa depan yang lebih baik. Anda pasti bisa,” ujarnya memotivasi.

Dorongan semangat juga datang dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang turut hadir. Dia mengatakan, keputusan wanita harapan yang berhenti dari pekerjaan lamanya adalah sebuah langkah yang benar. “Ini saatnya berhenti. Apa pun alasan anda menjadi PSK, lupakanlah itu. Ini waktunya anda memulai hidup yang baru,” kata walikota.

Risma -sapaan walikota- tidak mempermasalahkan kalau dari 90 peserta hanya 29 yang mantap meninggalkan dunia prostitusi. Yang terpenting baginya adalah keputusan berhenti timbul dari kesadaran hati dan tanpa paksaan. “Jumlah bukan menjadi masalah, yang penting dari hati, itu yang akan bertahan lama,” tuturnya.

Ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah peduli akan permasalahan ini. Menurutnya, dalam upaya pengentasan PSK dan penutupan lokalisasi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat.

Walikota optimis penutupan lokalisasi di Surabaya bakal terwujud. Hal ini jika menilik jumlah PSK yang jauh berkurang, utamanya setelah lebaran. Dari pantauan Dinas Sosial Kota Surabaya, ketika Hari Raya Idul Fitri lalu, ada sekitar 500 PSK yang pulang ke daerah asalnya. “Sedangkan yang kembali hanya 164 orang,” imbuh Kadinsos Supomo.

Rencananya, jika tidak ada kendala berarti, Pemkot Surabaya akan melakukan penutupan lokalisasi Dupak Bangunsari pada 21 Desember mendatang. (r4)