Pemkot Harus Segera Benahi Kinerja PDAM Surabaya

Tidak ada komentar 339 views

Surabaya,(DOC) – Kinerja PDAM Kota Surabaya kembali menuai protes dari DPRD Kota Surabaya. Kali ini giliran Ketua DPRD Surabaya M, Mahmud yang mengakui buruknya layanan PDAM Surya Swasembada.
Politisi asal Partai Demokrat ini, meminta Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi kinerja dan buruknya pelayanan PDAM selama ini, mengingat banyak masyarakat yang telah dirugikan karena tidak mendapat suplai air dengan lancar setiap hari. “Selama ini pelanggan menerima supali air hanya dijam – jam tertentu seperti malam hari dan siang hari. Bahkan sejumlah kawasan sering airnya padam selama berhari – hari. Ini pelayanan model apa?,”tegas Mahmud,Jumat(2/5/2014).
Mahmud menambahkan, Berdasarkan keluhan warga, debet air mengecil yang di rasakan masyarakat setiap hari tersebut terjadi dihampir wilayah Surabaya barat, timur dan utara, seperti Balongsari, Tandes, Gunungsari, Morokrembangan, Rungkut dan Tanjungsari. Menurut-Nya, layanan seperti ini yang harus segera dibenahi oleh Pemkot dan PDAM sebagai perusahaan monopoli milik pemerintah.”Jika seperti ini, pasti sangat merugikan masyarakat, karena tidak ada kontrak perjanjian antara pdam dan warga sebelumnya, untuk mensuplay air di jam-jam tertentu, “katanya.
Ia menjelaskan, PDAM Surya Swasembada yang kini memiliki instalasi penjernihan air minum(IPAM) sampai 3 unit, sudah tidak seharusnya muncul keluhan pelanggan soal debet air mengecil. Justru sebaliknya, PDAM harus menambah coverage area jangkuan kepada warga yang selama ini belum mendapatkan suplay air bersih.
“Sekarang aneh, IPAM sudah ditambah, tapi masih aja debet air mengecil, pengajuan sambungan baru tidak terurusi, terus kinerjanya apa, kok sampai seburuk ini,”keluh Mahmud.
Sementara itu, terpisah, Aliran air PAM di wilayah Tandes, Tanjungsari dan Simo hingga hari ini,Sabtu(3/5/2014) masih padam. Saat dikonfirmasi via seluler, Direktur Pelayanan Sunarno beralasan, bahwa padamnya aliran air PDAM ini, karena pipa tersier di Tanjungsari bocor akibat terkena dampak pembangunan box culvert di sepanjang sungai Banyuurip.
Informasi yang berkembang, mengecilnya debet air PDAM selama ini, karena IPAM PDAM karangpilang 3, tidak berjalan optimal. Dengan dibangunannya IPAM Karangpilang 3, semula diyakini dapat memperlancar suplay air kepelanggan sekaligus menambah layanan baru, mengingat produksi air bersih PDAM akan bertambah sebanyak 3000 meterkubik per-detik. Namun kenyataannya, IPAM Karangpilang 3 hanya mampu memproduksi air sebesar 700 meterkubik per-detik. Hal ini, akibat mesin pompa di IPAM Karangpilang 3, tidak sesuai specifikasi yang ditenderkan.
Rumor yang beredar di internal PDAM, tender pengadaan pompa IPAM Karangpilang 3 pada tahun 2010 lalu, dianggarkan sebesar Rp 2,6 Milliar. Namun oleh PDAM, pompa IPAM dibelikan custom atau rakitan dari Jakarta yang nilainya jauh lebih murah yaitu Rp200 Juta. Ketua Dewan Pelangan PDAM, Ali Musyafak saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Tapi masalahnya yang mengetahui hanya bagian operasional saja dan malah ditutup-tutupi. “Rumor itu diduga benar, karena mantan Dirut PDAM dulu pernah komplain soal itu, namun tidak dilaksanakan. Mungkin takut mesinnya jebol, ketika produksi air di genjot sampai 3000 meterkubik per-detik,” jelasnya.(r7)