Pemkot Harus Siapkan Lahan Baru Untuk Pindahan Dolly

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya,(DOC) – Guna menghindari bentrok terkait kebijakan Pemkot tentang rencana penutupan prostitusi Gang Dolly dan Putat Jaya pada 19 Juni 2014 mendatang, DPC Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Surabaya memilih relokasi gang Dolly dan Putat Jaya.
Disampaikan oleh Ketua DPC PKB Surabaya, Syamsul Arifin, Kamis(8/5/2014), kesan Walikota Tri Rismaharini yang memaksakan kehendak untuk menutup tempat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, dapat memicu konflik antar warga. Mengingat sikap penolakan sejumlah organisasi masyarakat(Ormas), Akademisi, LSM dan beberapa anggota DPRD Surabaya, sudah tidak semakin terbendung untuk menolak kebijakan tersebut.
Ia memberikan solusi atas pelaksanaan kebijakan tersebut dengan dibarengi penyediaan tempat relokasi lahan yang jauh dari pemukiman warga, untuk memindahkan aktivitas para pekerja prostitusi dan mucikari dalam mencari nafkah.
“Ini kan masalah perut, maka pemkot harus bersikap bijak dan manusiawi, saya sangat setuju lokalisasi Dolly segera di tutup, tetapi sebaiknya juga sekaligus disediakan lokasi baru untuk penampungannya, yang tentu dicarikan lokasi yang jauh dari jangkauan masyarakat, seperti ditengah laut, misalnya di selat Madura atau teluk Lamong, dan jangan lupa harus dilakukan control yang ketat, sehingga pengunjungnya terseleksi,” jelasnya.
Disampaing itu, menurut Syamsul, Warga sekitar yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kegiatan tersebut, harus di ajak berunding, untuk mencari solusi mendapatkan sumber kehidupan lain.
“Kalau saya cermati, pemkot hanya berkomunikasi dengan PSK dan Mucikarinya, tetapi lupa dengan masyarakat sekitar yang terkena dampak kebijakan tersebut,”ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk menghidupkan perekonomian warga terdampak, pasca penutupan Gang Dolly dan Putat Jaya,sangatlah mudah. Pemkot hanya mengubah kawasan tersebut sebagai tempat perdagangan berupa pasar tradisional atau toko modern, tanpa harus merombak bangunan.
“Sangat mudah dan perlu politicwill Bisa sebagai pasar tradisional atau pertokoan modern. sehingga peralihannya cepat tanpa menimbulkan protes. Karena kehidupan ekonomi mereka, sudah terganti.”tegasnya.(r7)