Pemkot Kontrol Ketersediaan Premium Bersubsidi

Tidak ada komentar 124 views

Surabaya, (DOC) – Adanya kabar keterbatasan kuota premium seperti dinyatakan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memprediksi kuota premium bersubsidi hanya cukup hingga 22 Desember, disikapi  pemerintah daerah dengan langkah antisipatif.

Seperti dinyatakan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di gedung KPK, kemarin Senin(25/11/2012), selama sembilan hari di akhir tahun, dimulai 22 Desember hingga 31 Desember, bakal terjadi kemungkinan kekosongan premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kekosongan ini akibat kenaikan konsumsi premium di tahun ini melonjak tajam. Padahal, stok premium sudah dinaikkan oleh DPR dari 40 juta kiloliter menjadi 44,04 juta kiloliter untuk konsumsi satu tahun.

Menyikapi kondisi ini Pemkot Surabaya melalui Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan telah melakukan upaya antisipatif. Saat dikonfirmasi wartawan usai paripurna di gedung DPRD Surabaya, Selasa (27/11/2012), Risma menyatakan telah menyurati SPBU di Surabaya agar lebih memperketat penjualan premium, hanya kepada mereka yang berhak. Risma mengaku telah jauh hari mengirim surat itu ke SPBU di Surabaya.

“Saya berharap sampai akhir tahun BBM premium tetap ada, caranya kita kontrol. Kita kirim surat edaran ke pom bensin, agar ada pengetatan penjualan tidak hanya bagi mobil plat merah, juga mobil mewah. Alhamdulillah mereka mematuhinya, karena kalau tidak, akan saya tindak izin operasionalnya,” ujar Risma.

Sementara itu Eviyanti Rofraida External Relation PT Pertamina (Persero) – Fuel Retail Marketing Region V, ketika dikonfirmasi melalui telepon, menyatakan kebijakan pengendalian kuota merupakan kebijakan nasional. Namun pihaknya memastikan tiap SPBU selama ini telah memenuhi ketentuan kebijakan terkait siapa yang berhak atas BBM bersubsidi tersebut. Sehingga diharapkan tidak ada pelanggaran atas distribusi BBM bersubsidi. (k5/r4)