Pemkot Pilih Investor Bodong, Pedagang Pasar Turi Kecewa

Surabaya,(DOC) – Belum selesainya pembangunan Pasar Turi hingga beberapa bulan kedepan, membuat para pedagang Pasar Turi sepakat untuk tidak meninggalkan tempat penampungan sementara(TPS). Para pedagang tidak akan memperdulikan tuduhan menghambat pembangunan Pasar Turi oleh pihak manapun termasuk investor PT Bumi Gala Perkasa.
Salah satu perwakilan pedagang Pasar Turi, H. Syukur menjelaskan keberadaan tempat penampungan sementara (TPS) tidak bisa dijadikan alasan penghambat pembangunan Pasar Turi. Bahkan sebaliknya, alasan investor TPS menggangu pembangunan tidak cukup masuk akal. Sebab, sekitar 720 stand TPS sudah digusur untuk memenuhi permintaan investor.

“Kami tidak akan pindah dari tps. Jangan salahkan TPS. Yang ada (penghambat) hubungannya adalah keuangan,” ujarnya,Jumat(2/5/2014).

Syukur menegaskan, ada indikasi imvestor menyalahgunakan dan kesulitan dana. Dana yang masuk dari pedagang sekitar Rp 2,5 triliun. Padahal pembangunan Pasar Turi hingga saat ini diperkirakan tidak mencapai Rp 1 triliun. Buktinya, beberapa hari lalu 24 mandor dan pekerja mogok.

“Tiap dua minggu sekali mereka hanya menerima gaji Rp 3 juta, padahal upah mereka Rp 5 juta per 2 minggu. ini tanda bahwa investornya bodong. Kalo begini, investor bisa di black list melalui dewan Surabaya,” katanya.

Selama ini, kata Syukur, pedagang sudah melunasi semua pembayaran hampir 90 persen. “Investor ini tidak punya modal, dia hanya mengkordinatori uang dari pedagang saja, makanya saya bilang ini investor bodong, diputus kontrak saja, kalau tidak pembangunan ini akan selamanya tidak akan selesai,” tandasnya.
Selain itu, tambah H. Syukur, para pedagang berencana meminta pertanggungjawaban ke Pemkot Surabaya yang telah memenangkan Investor pembangunan proyek Pasar Turi.“Kenapa dulu dipilih oleh Pemkot. Kalo seperti ini, kami akan minta pertanggungjawaban Pemkot,” cetusnya.(r7)