Pemkot Segera Tertibkan 359 Rumah Non Permanen Untuk Akses Ke Suramadu

Surabaya,(DOC) – Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi penertiban kepada para penghuni rumah non permanen di sepanjang jalan Tambang Boyo, Rabu(8/8/2018) pagi.

Terdapat sekitar 359 bangunan non permanen yang akan dibongkar untuk akses jalan Suramadu sepanjang 500 meter.

“Sekarang masih kami sosialisasi dan sebagian besar warga setuju karena mengaku tahu jika rumahnya berada di lahan Pemkot,” kata Camat Tambaksari Surabaya, Ridwan Mubarun.

Ridwan menjelaskan, sosialisasi ini di ikuti juga pendataan bagi warga yang sudah menerima ganti rugi.

“Karena ada beberapa yang sudah berpindah kepemilikan atau dijual penghuni sebelumnya,” ungkapnya.

Rencana pembongkaran ratusan rumah, lanjut Ridwan, terus di matangkan agar akses jalan menuju Suromadu bisa selesai terwujud.

“Di RTRW Kota, kawasan yang ditempati ratusan rumah itu memang jalan dan untuk jalan. Nah sekarang kita mau kembalikan fungsinya sebagai jalan,” tambah dia.

Menurut dia, warga penghuni ratusan rumah-rumah itu sudah menyadari dan telah bersiap pindah tempat. Mereka memang mengakui jika tanah yang ditampatinya merupakan milik Pemkot.

“Masyarakat prinsipnya sudah bersedia bangunan rumahnya dibongkar karena mereka tahu tanah yang ditempati bukan tanah milik dia tapi milik pemkot,” tegas mantan Camat Rungkut ini.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono menambahkan rencana pembongkaran ratusan rumah di Jalan Tambang Boyo masuk dalam atensi Wali Kota Tri Rismaharini dan masuk dalam struktur jaringan jalan utama di RTRW.

“Bu Wali ingin supaya bisa segera dikerjakan tapi saat ini dalam proses verifikasi, rumah mana saja yang sudah mendapat ganti rugi serta pemetaaan lahan milik Pemkot dan lahan milik PT KAI,” tambah Ganjar.(r7)