Pemkot Siap Bangun Tiga Pasar Tradisional Untuk Relokasi Pedagang Pasar Tumpah

Foto : ilustrasi pasar kering(dok)

Surabaya,(DOC) – Dalam mengakomodir pasar tumpah yang berada dipemukiman warga, Pemkot Surabaya akan membangun tiga pasar rakyat untuk tempat relokasi, yaitu di Kutisari, Kapasan dan Karah.

Proyek ketiga pasar rakyat itu akan dimulai pada awal tahun 2018 dengan menggunakan anggaran sekitar Rp 4,9 miliar,-.

Kepala Seksi Bangunan Gedung Bidang Bangunan Gedung Dinas Pemukiman Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR), Adi Gunita mengatakan, tiga titik itu dipilih lantaran ada skala prioritas penataan kawasan pasar di pemukiman.

“Di kawasan itu ada pasar tumpah yang kerap mengganggu masyarakat. Arahan dari Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kota Surabaya, pasar tumpah itu akan direlokasi ke pasar yang akan dibangun ini,” ucapnya, Minggu (14/1/2018).

Agar tidak di tinggal penghuninya, sebelum membangun pasar – pasar rakyat tersebut, Pemkot juga telah melakukan kajian sosial ekonomi dengan kapasitas yang bisa menampung seluruh pedagang pasar tumpah. Harapannya, lanjut Adi, agar keberadaannya tidak lagi meluber ke jalan.

“Tim sudah turun ke sana untuk mengajak bicara agar nantinya pasar tersebut akan ramai dan mau ditempati pedagang. Selain itu di sana juga sudah ada kajian sosial ekonomi sebelum dilakukan pembangunan pasar,” kata Adi.

Selain itu, Pemkot juga akan melanjutkan pembangunan pasar tradisional di kawasan Penjaringansari yang sudah dikerjakan sejak tahun lalu.

“Pembangunannya sudah dimulai tapi belum selesai sehingga berlanjut pada tahun ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan konsep pembangunan pasar – pasar tradisional ini, akan di desain seperti pasar modern atau pasar kering. Lengkap dengan sanitasi dan sistem pengaturan yang mempermudah pedagang dalam menjaga kebersihan pasar.

“Untuk konsep pasar baru memang kita prioritaskan untuk pembuatan pasar kering. Supaya tidak ada lagi orang yang tidak nyaman belanja disana,” kata Eri.

Para pedagang nanti akan mendapat pelatihan tentang cara mengoperasionalkan teknologi sanitasi dalam menjaga kebersihan pasar agar tidak baud an kotor. Menurut Eri, setelah ketiga pasar itu selesai dibangun, Pemkot akan menyerahkannya ke Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) sebagai penyerahan modal.

“Tupoksi DPRKP-CKTR hanya membangun fisik gedungnya saja. Untuk pengelolaannya tetap PD Pasar. Nanti kita juga akan membangunkan sentra PKL diwilayah Siwalankerto dengan konsep yang ramah, seperti dibuatkan panggung live music atau hiburan untuk menarik pengunjung,” pungkasnya.(rob/r7)