Pemkot Surabaya Akan Tertibkan Lagi Reklame Biro Reklame Besar

 Featured, Hukum

Surabaya, (DOC) –  Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Irvan Widyanto,menegaskan  penutupan videotron milik PT Warna Warni yang terletak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Embong Malang telah sesuai prosedur.

Menurutnya, penutupan itu dilakukan berdasarkan kajian terlebih dahulu  oleh  tim reklame.“Setelah ditelaah tidak mematuhi aturan,  tim reklame memerintahkan untuk  melakukan penutupan,” ujar Irvan Widyanto,Selasa (13/11)

Irvan menjelaskan, selaku petugas penegak peraturan daerah (perda) dirinya hanya bekerja sesuai dengan rekomendasi yang ia terima. Jika selama perintah untuk melakukan penertiban  yang ia terima belum ada ralat dari tim reklame, artinya penutupan masih harus dijalankan.

Irvan menegaskan, penertiban yang dilakukanya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pasalnya,  sebelum dilakukan penutupan pihaknya telah terlebih dahulu memberikan surat pemberitahuan. Tidak hanya itu, peringatan satu, dua dan ketiga juga sudah ia sampaikan kepada direksi PT Warna Warni.

“ PT Warna Warni telah memberikan jawaban dari surat pemberitahun dan surat peringatan yang kami sampaikan, tapi sekali lagi selama tidak ada surat penghentian eksekusi dari tim reklame, eksekusi harus tetap berjalan,” ungkap mantan camat Rungkut itu.

Lebih jauh Irvan juga mengaku tidak   tahu alasan kenapa surat Ijin Penyelenggaraan Reklame (SIPR) milik PT Warna Warni hingga saat ini belum juga turun. “Untuk masalah SIPR  tanya saja langsung ke Pak Agus (Kepala Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang), sebab dialah yang menangani masalah seluruh ijin reklame di Surabaya,” kata Irvan.

Sementara ketika disinggung adanya pengerusakan dalam penutupan videotron milik PT Warna Warni, pria yang sempat ditugaskan di sampit ini membantahnya. Menurut dia, berita yang menyebutkan Satpol PP mematikan videotron di JPO Embong Malang adalah tidak benar.

“Pengerusakan itu tidak ada mas, memang kami juga mendapatkan komplain semacam itu dari pihak Warna Warni. Kami hanya tutup saja.,” tandasnya.

Informasi dari Dinas Cipta Karya, penutupan reklame milik Biro Reklame terbesar di Surabaya bukan hanya di Jl. Embong Malang. Beberapa reklame lain yang selama ini berdiri dikawasan terlarang seperti ruang terbuka hijau selanjutnya akan ditertibkan juga.(K-4)