Pemkot Surabaya Bikin KBS Lebih Cantik

Tidak ada komentar 126 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan keseriusannya untuk mengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS). Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Surabaya untuk mempercantik kondisi kebun binatang legendaris ini. Beberapa hari setelah Pemkot Surabaya melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) mendapat dukungan dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut) untuk mengelola KBS, kondisi salah satu tempat rekreasi favorit warga Surabaya dan sekitarnya ini, kini sudah terlihat lebih cantik dan indah.
Beberapa kandang satwa sudah dicat dengan warna hitam. Begitu juga dengan pagar di pintu masuk KBS, sudah dicat dengan warna oranye. Taman di kolam air dekat pintu keluar KBS, juga sudah terlihat lebih asri. Pengerjaan itu sudah dilakukan sejak akhir pekan kemarin.
Dan Senin (15/7) siang kemarin, Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kembali mengunjungi KBS. Dengan menaiki sepeda angin, Walikota Risma meninjau kondisi beberapa kandang satwa dan bebera alokasi di KBS. Walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini bahkan melakukan kerja bakti bersama beberapa personel dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP).
Walikota Risma rupanya gerah dengan kondisi beberapa lokasi di KBS yang terlihat kurang rapi. Begitu juga dengan beberapa pohon dan semak-semak yang tumbuh liar. Beberapa kali, Walikota Risma tidak segan untuk turun langsung memotong ranting –ranting liar dan merapikan tumbuhan dengan memakai gunting rumput. Kepada wartawan yang ikut blusukan di KBS, Walikota Risma mengaku ingin membuat taman-taman di KBS terlihat indah seperti taman-taman di Kota Surabaya.
“Insya Allah begitu. Tapi kan di sini beda, karena di sini ada binatangnya,” ujar Walikota Risma sembari melanjutkan berkeliling ke KBS.
Beberapa kandang satwa juga tidak luput dari pantauan Walikota Risma. Seperti kandang kera di areal tengah KBS. Salah satu area kandang paling luas di KBS ini kini mendapat perhatian serius. Sungai yang membatasi area kandang dengan pagar pembatas, kini dikeruk menggunakan bego. “Ngeruknya memang butuh waktu, mungkin dua hingga tiga hari,” ujar walikota.
Walikota Risma yang didampingi Humas KBS, Agus Supangat juga mengisyaratkan akan membangun kandang satwa di areal kosong yang belum terpakai. Salah satunya areal di samping kandang Komodo yang selama ini menjadi rute untuk wahana naik onta. Menurut walikota, rencana pembuatan kandang baru itu untuk mengakomodasi keberadaan satwa KBS yang selama ini dianggap sudah overload (berlebih).
“Siapa ngomong satwanya berlebih. Kita akan akomodasi satwanya. Kita ada rencana (membuat kandang satwa),” ujarnya.
Walikota Risma mengingatkan pentingnya mempertahankan keberadaan KBS sebagai tempat rekreasi jujugan warga Surabaya dans ekitarnya. Kalaupun ada aturan, menurut walikota aturan tersebut seharusnya dibuat agar hak-hak masyarakat untuk mendapatkan hiburan bisa diakui, dan bukan unutk ajang kekuasan. “Coba lihat, meski puasa begini, tetapi pengunjung KBS tetap banyak. Orang-orang semua bangga pada KBS. Hal penting yang harus kita jaga adalah menjaga kesehatan satwa dan kesejahteraan karyawan,” imbuh walikota.
Sementara Humas KBS, Agus Supangat menambahkan, dirinya melihat kondisi KBS kini terlihat lebih rapi. Dirinya juga mendukung dilakukannya pengerukan sungai di sekitar kandang kera dan juga di kandang buaya.
Diberitakan sebelumnya, pada 3 Juli 2013 lalu, Kemenhut mengirimkan surat kepada Pemkot Surabaya yang intinya mendukung pengelolaan KBS di bawah kendali Pemkot dalam hal ini Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS. Sejak Jumat (12/7)), PDTS KBS sudah turun untuk ikut mengelola KBS bersama Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS. Bila nanti ijin Kemenhut sudah turun, PDTS KBS akan mengelola KBS secara penuh dan TPS secara otomatis akan dibubarkan. (r4)