Pemkot Surabaya Gagal Bangun Sentra PKL

 Ekonomi

Surabaya (DOC) – Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, membangun sepuluh sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) baru ternayat gagal terealisasi. Pasalnya drai sepuluh sentra yang direncanakan dan tersebar di bebera kecamatan, ternyata baru terbangun delapan. Artimya delapan perencanaan yang lain tidak bisa dibangun.

“Sebetulnya bukan gagal, tapi kita alihkan pembangunannya di tahun 2013 mendatang,” demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Sektor Informal Hadi Mulyono.

Hadi Mulyono mengungkapkan, kegagalan ini disebabkan beberapa faktor. Selan proyek fisik yang akan dibangun belum siap, Hadi Mulyono menyatakan dari delapan yang dibatalkan pekerjaannya, beberapa di antaranya Detail Enginering Design (DED)-nya belum selesai.

Padahal, proyek fisik yang dialokasikan tahun ini sebetulnya disiapkan dobel. Pertama untuk penyusunan DED-nya, kedua untuk pfoyek fisik itu sendiri. Namaun faktanya, kiarena DED belum selesai dibahas, akhirnya pemkot tidak berani mengerjakan proyek itu. Sebab untuk mengerjakan pembangunan memang harus didahului oleh penyelesaian DED.

“Sekarang fokus penyelesaian DED dulu, setelah itu baru tahun depan anggaran pembangunan fisik dianggarkan kembali,” paparnya.

Menurutnya, jika tetap disiapkan anggaranya tahun ini, dirinya justru khawatir tidak akan terserap secara maksimal. Karena tutup buku 2012 tinggal tiga buan lagi. Sementara ketika disinggung DED samapai terlambat, hadi mulyono menerangkan,karena beberapa faktor. Salah satunya belum adanya pengawas proyek dan belum adanya lahan.

“Contoh sentra PKL yang gagal dibangun tahun ini adalah di Jl Pegirian, depan kawasan Masjid Ampel,” terangnya.

Hadi megungkapkan, kegagalan di dua sentra PKL tersebut karena di lokasi ini pemkot sudah membangun box culvert. Padahal sentra PKL itu remcananya akan dibangun di atas box culvert tersebut. Amun setelah di kroscek ternayat tidak boleh mendirikan bangunan permanen di atasnya.

“Bangunannya harus semi-permanen dan ini kan butuh penyesuaian,” jelasnya.

Selain dua sentra tersebut, dirinya mengungkapkan beberapa sentar PKL yang gagal dibangun tahun ini diantaranya, dikawasan Ruko Manyar Indah (RMI), Keputran, Pegirian, Kenjeran, Kebraon dan kawasan Middle East Ring Road (MERR). Khusus untuk di MEER tambah dia, kegagalan pembangunan karena lahannya belum siap.

Sedangkan dua sentra PKL yang tetap dibangun salah satunya di Gunungsari. Namun hingga saat ini juga belum sel;esai lantaran masih dalam proses pembangunan. Kendati demikian, ia optimis pada akhir Bulan Nopember mendatang sudah selesai.

Untuk diketahui, tidak tercapainya rencana pemvbangunan sentra PKL yang telah direncanakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Sektor Informal berdasarkan usulan perubahan APBD tahun 2012 uang diajukan pemkot ke DPRD Surabaya. Dari pengajuan anggaran pembangunan fisik sentra PKL yang berjumlah 10 unit itu, ternyata pemkot mengepras anggaran tinggal dua sentra PKL.

Sebelumnya, untuk rencana pembangunan sentra PKL di Jalan Pegirian sempat dipersoalkan anggota DPRD Surabaya. Dimana para anggota legislatif tersebut menilai, rencana  pembangunan PKL di kawasan tersebut dilakukan tanpa melaui kajian yang benar.

“Saya memprediksi sentra PKL tersebut bakal gagal alias tidak diminati pedagang dan pembeli,” ujar anggota Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Tri Setijo Puruwito.

Menurut Tri Setijo Puruwito, pembangunan sentra PKL di atas kali Pegirian diyakini bakal menimbulkan masalah baru. Selain menutup sungai, area parkir pengunjung tidak ada. Tutup saluran dengan sistem buka tutup tidak ada. Yang ada hanya tutup saluran dari jaring besi. belum lagi bau tak sedap dari dalam saluran air akan memenuhi sentra PKL.

“Bila demikian adanya, para PKL akan tidak tahan dengan bau saluran tersebut. Alhasil para PKL tidak mau masuk ke sana. Akhirnya, mubazirlah sentra PKL itu,” ingat politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (red)