Pemkot Surabaya Gelar Sembako Murah Jelang Ramadhan

Tidak ada komentar 167 views

Surabaya, (DOC) – Menjelang Bulan ramadhan, Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah di sejumlah kawasan pemukiman.
Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Selasa (10/6/2-14) mengatakan, sesuai rencana sebelum ramadhan, mulai 13 – 26 Juni Disperindag akan menggelar pasar murah di 19 lokasi. Sementara, pada saat puasa ramadhan, 11 – 22 Juli kegiatan pasar murah akan diselenggarakan di 10 lokasi.
“Jumlah kegiatan pasar urah sebelum ramadhan tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, yang hanya 12 lokasi,” terangnya.
Sasaran operasi pasar tersebut adalah kawasan pemukiman, terutama pada masyarakat berpenghasilan rendah. Kegiatan pasar murah akan dipusatkan di rusun dan kelurahan. Beberapa kawasan yang dijadikan lokasi pasar murah diantaranya, Rusun grudo, rusun Sumbo, Lapangan Tambak Asri, Lapangan Bangun sari, Balai RW V gayungan dan Balai RW VI Tandes.
Widodo mengatakan, kegiatan pasar murah tersebut bertujuan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan pantauan Disperindag, menjelang ramadhan beberapa sembako harganya sudah mengalami kenaikan. Untuk komoditi cabe naiknya hingga 14 persen, Tomat 13 persen, serta Bawang di atas 10 persen. Namun demikian untuk barang kebutuhan pokok, seperti Beras, Gula, Minyak Goreng dan Telur masih relatif stabil.
“Untuk komoditi beras, Minyak, dan gula masih stabil karena di bawah 5 persen,” katanya.
Kenaikan yang tak signifikan untu komoditi sembako tersebut, karena ketersediaan komoditi masih cukup besar. Widodo memperkirakan, pasokan sembako akan berlangsung lancar hingga lebaran.
Dalam menggelar kegiatan pasar murah, Pemkot surabaya bekerjasama dengan PD Pasar Surya. Tiap lokasi akan digelontor beberapa ton komoditi sembako. Rinciannya, Beras 1,5 ton, Gula 750 Kg – 1 Ton, Telur 250 Kg, namun bisa ditambah hingga 500 Kg, jika peminatnya banyak. Sedangkan untuk komoditi Minyak goreng, Disperindag menyediakan sekitar 1000 kemasan, masing-masing 500 untuk ukuran 1 liter dan 500 takaran 0,5 liter. Harga komoditi yang dijual dalam pasar murah adalah harga distributor.
“Harganya DO (Distributor), bukan eceran. Jadi kita beli Do untuk pasar murah,” terangnya.
Selain menggelar pasar murah, Disperindag kota Surabaya juga intensif memantau harga komoditi di sejumlah pasar tradisional. Jika dalam waktu reguler pantauan dilakukan setiap minggu 2 kali. Menjelang ramadhan hingga lebaran, pantauan khusus frekuensinya bisa meningkat. Beberapa pasar tradisinal yang digunakan sebagai lokasi pantauan harga kebutuhan pokok, diantaranya, Pasar Wonokromo, Pasar pucang, Pasar genteng dan Pasar Tambahrejo. (k4/r4)