Pemkot Surabaya Kampanye Makan Ikan

Tidak ada komentar 129 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Salah satu upayanya yakni melalui Gebyar Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang diselenggarakan di Taman Flora (Kebun Bibit), Rabu (7/11).

Usaha mengkampanyekan makan ikan tersebut gencar dilakukan lantaran Pemkot menyadari betul bahwa ikan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ikan merupakan salah satu sumber protein yang murah dan mudah didapat. Selain memiliki kandungan protein tinggi, ikan juga mengandung kadar asam lemak tak jenuh, serta omega 3 yang kesemuanya baik untuk pertumbuhan maupun pengembangan kecerdasan otak, utamanya bagi balita dan anak-anak usia sekolah.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya, Samsul Arifin mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan di Kota Pahlawan tahun 2011 sebanyak 24,70 kg/kapita/tahun. Angka tersebut tergolong meningkat jika dibandingkan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 23,36 kg/kapita/tahun. Namun demikian, menurut Samsul, capaian itu masih dibawah target nasional yakni 31 kg/kapita/tahun. “Apalagi kalau disandingkan dengan Jepang yang konsumsi ikannya mencapai 68 kg/kapita/tahun, kita masih jauh tertinggal,” ujarnya.

Melihat fakta tersebut, Pemkot Surabaya semakin terlecut mendongkrak produksi dan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain, penebaran benih ikan di perairan umum, budidaya ikan di kolam terpal, urban farming, serta pemanfaatan boezem dan waduk.

Dikatakan Samsul, dengan adanya upaya-upaya tersebut, terbukti terjadi peningkatan produksi ikan air tawar. Tahun 2009, ikan yang dihasilkan mencapai 410,9 ton, tahun 2010 sebesar 512,5 ton. “Jumlahnya semakin meningkat pada tahun 2011, yakni mencapai 1.188,2 ton,” terang Samsul yang juga selaku Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Samsul juga menyampaikan hasil deklarasi Forikan se-Jawa Timur yang sepakat menggalakan konsumsi ikan dengan menetapkan setiap tanggal 17 sebagai hari makan ikan.

Sementara Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir saat itu mengatakan, pemberian menu ikan di sekolah-sekolah perlu dilaksanakan secara rutin, seperti halnya pembagian kacang ijo dan susu yang biasa dijumpai di sekolah dasar. Ia merasa perlu dilakukan penelitian ikan mana yang paling cocok dikonsumsi anak-anak usia sekolah.

Walikota bahkan menginstruksikan kepada Kadistan dan Kadindik untuk segera mematangkan formula dan teknis pelaksanaanya. “Untuk sekolah yang mampu kami dorong untuk melaksanakan program itu. Bagi sekolah yang kurang mampu, Pemkot akan membantu. Yang jelas ini adalah sebagai wujud nyata peningkatan gizi dan upaya turut mencerdaskan generasi muda,” tuturnya. (R9)