Pemkot Surabaya Siap Tambah 3 Sentra UKM

Tidak ada komentar 67 views

ilustrasi(doc)

Surabaya,(DOC) – Tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap kesejahteraan warganya bukan hanya isapan jempol belaka.

Ditengah lesunya perekonomian negeri ini, Pemkot terus menumbuh kembangkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dikalangan masyarakat. Bahkan di tahun 2018 ini, tiga sentra UKM akan dibangun untuk menambah fasilitas dalam mengakomodir para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih mengatakan selama ini sudah ada tujuh sentra UKM di Surabaya, yaitu di Sentra UKM Merr, Sentra UKM Siola, Sentra UKM ITC Mall, Sentra UKM Delta mall, Sentra UKM Bandara Juanda, Sentra UKM Surabaya North Quay atau Pelindo, dan Sentra UKM Park And Ride. Saat ini, Pemkot tengah menyiapkan tiga lokasi sentra UKM baru itu.

“Target bulan depan nambah tiga lagi, yaitu di Kebun Binatang Surabaya (KBS), JMP dan salah satu tempat wisata di Surabaya yang sampai saat ini masih kami matangkan. Jadi, nanti akan ada 10 sentra UKM di Surabaya,” kata Arini ditemui di ruang kerjanya, Selasa(20/2/2018).

Menurut Arini, masyarakat yang sudah memiliki produk hasil usaha, membutuhkan tempat untuk bisa memasarkan produknya ke pasaran, sehingga penambahan sentra UKM ini diharapkan menjadi solusi tempat pemasaran dan dapat memangkas biaya sewa tempat berjualannya. “Di sentra ini kami gratiskan biaya sewanya, kami tidak mengambil untung sepeserpun, sehingga kalau harganya produk itu Rp 10 ribu, maka kami jual Rp 10 ribu,” tegasnya.

Arini juga memastikan pelaku UKM tidak langsung ujug-ujug masuk ke sentra itu. Namun, harus melewati beberapa proses dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya. Salah satunya, produk yang akan dipasarkan harus sudah layak jual, baik dari segi kualitas, rasa, dan kemasannya.

“Yang paling penting juga harus disiplin, karena kami sangat gencar pemasarannya, baik melalui online maupun ofline. Kami juga selalu sarankan untuk mengikuti pahlawan ekonomi atau pejuang muda yang digelar setiap minggunya,” tegasnya.

Selain itu, Arini juga mengaku telah melakukan re-branding dan re-desain di sentra UKM itu. Bahkan, di sentra UKM Merr selalu ada acara untuk menarik pengunjung dan pembeli ke sentra itu. “Melalui berbagai acara itu, alhamdulillah kami berhasil menaikkan omzet para pelaku UKM yang diletakkan di sentra UKM itu,” imbuhnya.

Ia pun merinci kenaikan transaksi di masing-masing sentra UKM itu. Selama tahun 2016, di sentra UKM Merr membukukan transaksi sebanyak Rp 425,4 juta, Sentra UKM Siola Rp 740,2 juta, Sentra UKM Cito Rp 103,2 juta, dan Sentra UKM ITC 214,2 juta. Sedangkan di tahun 2017, sentra UKM Merr membukukan transaksi sebanyak Rp 432,2 juta, sentra UKM Siola Rp 1 miliar lebih, sentra UKM Cito Rp 141,4 juta, dan Sentra UKM ITC Rp 261,4 juta.

“Pada Bulan November 2017 itu, kami tambah tiga sentra UKM, yaitu di Bandara, pelindo, dan park and ride. Selama dua bulan itu, di bandara membukukan transaksi Rp 18 juta, di pelindo Rp 27 juta, dan di Park and ride Rp 2,5 juta,” kata dia.

Sementara transaksi pada Bulan Januari 2018, di sentra UKM Siola berhasil membukukan transaksi sebanyak Rp 113,2 juta, di Merr Rp 43,2 juta, ITC mall Rp 17 juta, Delta mall Rp 6 juta, Juanda kosong karena diliburkan sementara, di Surabaya North Quay Rp 20 juta dan park and ride Rp 2 juta.

“Melihat transaksi itu, maka jelas bahwa perputaran ekonomi di Surabaya, juga dipengaruhi oleh UKM-UKM yang terus tumbuh subur,” pungkasnya.(hm/r7)