Pemkot Tak Berani Buka Rekrutmen CPNS, Dewan Kesal

Foto : Adi Sutarwijono Wakil ketua Komisi A DPRD kota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Kurang ber-semangatnya Pemkot Surabaya dalam menggelar rekrutmen calon pegawai negeri sipil(CPNS), menuai kritik Wakil Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Adi Sutarwijono.

Sikap tersebut menunjukkan, bahwa Pemkot lebih nyaman bekerja dengan tenaga outsourching(karyawan kontrak) dibanding karyawan PNS. Terbukti dengan alokasi anggaran yang sengaja disediakan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) untuk membayar tenaga kontrak. Hal ini dianggap preseden buruk bagi sistem birokrasi ke depan.

“Hampir semua SKPD punya anggaran untuk rekrut outsourcing, giliran sekarang ada CPNS, kenapa tidak dimanfaatkan untuk merekrut tenaga-tenaga baru, yang terdidik, profesional dan permanen. Padahal setiap tahun selalu ditetapkan anggaran untuk CPNS,” kata Awi(panggilan akrab Adi Sutarwijono), Jumat (15/9/2017).

Ia menjelaskan, data PNS di lingkungan Pemkot Surabaya yang dilaporkan setiap tahun oleh Badan Kepegawaian Daerah(BKD) ke dewan, jumlahnya terus berkurang hingga ribuan orang, lantaran banyak yang sudah pensiun.

“Jumlah persisnya lupa ya. Mestinya data itu terus update. Karena akhir 2016 lalu, saat pembahasan APBD 2017, BKD telah melaporkan ke kami di Komisi A tentang ribuan pejabat dan staff PNS yang pensiun, terutama guru,” kata politisi PDIP ini.

Pihaknya menganggap wajar, jika ditahun – tahun sebelumnya, Pemkot kurang berani mengadakan rekrutmen CPNS, karena terdapat moratorium dari pemerintah pusat. Namun, lanjut Awi, saat ini kondisi nya berbeda. Pemerintah malah mempersilahkan pemerintah daerah untuk merekrut CPNS sendiri guna memenuhi quota kebutuhan pegawai.

“Kenapa ini tidak dimanfaatkan?. Mestinya sustainable kepegawaian itu menjadi pertimbangan untuk membuka kembali formasi CPNS di Pemkot Surabaya, agar regenerasi berjalan secara kontinyu,” pungkasnya.(rob)