Pemkot Wajib Minta Maaf, Importir Permen Dot Beri Deadline 14 Hari

Surabaya,(DOC) – Importir permen dot yaitu PT Petrona Inti Chemindo, kini ramai menjadi berita viral di media sosmed maupun media massa.

Seperti pemberitaan sebelumnya, permen dot yang menjadi objek rasia satpol PP secara besar- besaran ini, disinyalir mengandung narkoba.

Dengan kejadian tersebut, pihak Importit permen dot melalui kuasa hukumnya, Prihadi Saputra menuntut Pemkot Surabaya agar meminta maaf sekaligus merehabilitasi nama baik kliennya.

Apalagi, jajanan itu telah dipastikan negatif mengandung narkoba oleh pihak balai besar pengawasan obat dan makanan (BBPOM) kota Surabaya.

“Atas tindakan rasia itu kliennya sangat dirugikan,” ungkap Prihadi Saputra, saat menggelar konferensi pers di JW Maririot Surabaya, yang dihadiri oleh pihak kepolisian, Senin(13/3/2017).

PT Petrona Inti Chemindo memberikan batas waktu 14 hari kepada pemkot Surabaya untuk memenuhi tuntutan itu kalau tidak kliennya sudah menyiapkan langkah hukum berikutnya

“jika dalam kurun waktu 14 hari dari sekarang pihak Pemkot tidak mempunyai etikat baik, maka kami telah menyiapkan langkah hukum berikutnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Pemkot Surabaya juga di undang oleh kuasa hukum Importi permen dot. Namun sayangnya tak satupun perwakilan Pemkot yang nampak hadir.(rob7)