Pemprov Jatim Harapkan Penambahan Runway Juanda

Tidak ada komentar 263 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur mengharapkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) agar mempercepat penambahan runway (landasan pacu) Bandara Internasional Juanda. Penambahan itu dilakukan agar dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pesawat.
“Kini arus penerbangan di Juanda sudah mencapai titik kepadatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Selasa (22/4/2014).
Menurut dia, pada saat ini Juanda hanya memiliki satu landasan pacu untuk melayani dua kepentingan penerbangan baik militer maupun komersial. Akibatnya, pada jam sibuk jarak lalu-lintas antarpesawat mencapai 1 menit 20 detik.
“Kalau dilihat dari sisi penumpang, idealnya satu landasan pacu dapat mengangkut 15 juta orang. Tapi, sekarang jumlah penumpang mencapai 17,6 juta penumpang,” ujarnya.
Padahal, kata dia, kapasitas gedung terminal 1 dan terminal 2 mencapai 12,5 juta penumpang. Namun, jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas. Dengan demikian, dari sisi standar kelayakan internasional, Bandara Internasional Juanda sudah tidak memenuhi standar pelayanan internasional.
“Untuk itu, Gubernur Jatim Soekarwo meminta AP I untuk segera menambah runway,” tandasnya.
Permintaan Pemprov Jatim tersebut, tambah dia, memperoleh sambutan baik dari Kementerian Perhubungan dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero). Bahkan, pihak AP I siap menambah dua runway baru beserta gedung terminal.
“Contoh runway 2 dengan gedung terminal 3 dan runway 3 dengan gedung terminal 4. Pada masa mendatang, pembangunan runway 2 dan gedung terminal 3 serta runway 3 dan gedung terminal 4 akan membutuhkan lahan masing-masing sekitar 500 hektare,” katanya.
Akan tetapi, sebut dia, luas lahan runway 1 dan terminal 1 serta terminal 2 saat ini mencapai 700 hektare. Walau begitu, ke depan Bandara Internasional Juanda tidak hanya berfungsi sebagai lapangan terbang melainkan dibangun pusat perbelanjaan.
“Pada tahap awal akan dibangun seluas 1.100 hektare dan tahap kedua seluas 1.200 hektar sehingga total lahan yang diperlukan untuk membangun Juanda Airport City mencapai 4 ribu hektare,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, mengenai pembangunan runway 2 dan gedung terminal 3, diprediksi menelan investasi sebesar Rp 8 triliun. Pihaknya berharap bisa terealisasi mulai tahun depan dan mulai beroperasi pada tahun 2018.
“Posisi runway 2 akan sejajar dengan runway yang sudah ada dengan panjang sekitar 3.000 hingga 3.500 kilometer,” paparnya. (r4)