Pemprov Jatim Kuliahkan 1.000 Guru Madin

Tidak ada komentar 207 views

Surabaya, (DOC) – Kabar gembira bagi guru madrasah diniyah (Madin) di Jawa Timur, sebab melalui Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberikan beasiswa kuliah bagi seribu guru Madin. Untuk mensukseskan program beasiswa ini, Pemprov Jatim kembali melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan 34 PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) se-Jatim di kantor gubernur, Rabu (10/7/2013).
Melalui kerjasama ini, sebanyak 1.000 guru madin akan disekolahkan di tingkat S-1 pada 34 PTAI se-Jatim yang telah terakreditasi. Tahun ini merupakan angkatan kedelapan untuk pelaksanaan program tersebut. Sejak tahun 2006, Pemprov Jatim telah menguliahkan sebanyak 6.400 guru madrasah diniyah. Dari keseluruhan guru yang disekolahkan, sebanyak 2.370 guru sudah lulus dari S-1. Targetnya ada sekitar 15.000 guru Madin di Jatim yang akan diikutkan dalam program ini.
“Program ini untuk meningkatkan kemampuan guru madin, serta mendongkrak pola pikir agar lebih akademis dan serta intelektual. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kompetensi guru madin,” kata Gubernur Soekarwo dihadapan wartawan.
Soekarwo mengatakan, moral dan etika di atas kecerdasan intelektual. Jawa Timur sebagai wilayah basis budaya agamanya yang kental harus mempertahankan budaya tersebut. Pendidikan madrasah dipilih sebagai tempat untuk mempertahankan akidah moral dan etika masyarakat Jawa Timur.”Maka kenapa Madin menjadi prioritas politik pendidikan di Jatim,”papar Soekarwo.
Kepala KOPERTAIS Abd A’la menambahkan, program beasiswa untuk guru Madin ini akan meningkatkan kesejahteraan dan wawasan para guru. Dengan peningkatan wawasan, proses transfer ilmu yang disampaikan guru akan lebih berkualitas. Sehingga program pemberdayaan masyarakat sektor pedesaan akan berjalan maksimal. “Proses pemberdayaan masyarakat desa bisa efektif, karena guru madrasahnya juga di sertifikasi,”tambahnya.
Asisten III Bidang Kesmas Edi Purwinarto melaporkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru madarasah diniyah di Jatim agar para guru memiliki kualifikasi akademis S-1. Diharapkan lulusan program ini menjadi tenaga pengajar profesional.
Metode kegiatan peningkatan kualitas guru madin menggunakan metode perkuliahan reguler yang bekerjasama dengan 34 PTAI se-Jatim, dengan program studi agama Islam dan Bahasa Arab. Kegiatan ini diikuti guru madin lulusan SMA atau sederajat. Untuk proses seleksi guru yang mendapat beasiswa, kata Edi Purwinaro, selain di tes kemampuan akademik, juga dites membaca kitab kuning. (r4)