Pemprov Jatim Terus Tingkatkan Kualitas Madrasah

Surabaya (DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas madrasah. Peningkatakan kualitas tersebut dilakukan dengan memperbaiki sumberdaya manusia (SDM) guru, kurikulum, hingga sarana prasarananya. Tak kalah pentingnya, kesejahteraan guru juga harus ditingkatkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, saat menjadi Keynote Speaker Pelatihan Guru Honorer Madrasah di Kantor PLN Ditribusi Jawa Timur Jl. Embong Trengguli Surabaya, Senin (25/9/2017).

“Madrasah semakin diminati orang tua. Oleh karena itu kualitas SDM, kurikulum, dan sarana prasarana pendidikan harus sesuai dengan standar yang ada. Kualitas guru, 50 persen sangat mempengaruhi keluaran madrasah yang kompeten, ” ungkap Wagub Jatim atau Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, permasalahan yang ada pada bidang pendidikan baru diketahui Pemprov. Jatim ketika pengelolaan SMA/SMK ditangani Pemprov. Dari sekitar 1.800 SMK diJatim, 200 diantaranya merupakan SMK Negeri dan sisanya adalah SMK swasta. Dari jumlah tersebut, hanya 45 persen yang telah terakreditasi. Sedang gurunya, baik negeri maupun swasta masih banyak yang berstatus GTT (Guru Tidak Tetap).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil uji kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah diperoleh hasil yang masih memprihatinkan. Uji kompetensi guru menunjukkan nilai 47,8, uji kompetensi kepala sekolah menunjukkan nilai 53,50 dan uji kompetensi pengawas sekolah 43,85.
“Nilai tersebut masih jauh dari yang diharapkan apabila kita menginginkan nilai anak didik sebesar 70,0,” ungkap Gus Ipul.

Karena itu Gus Ipul menyambut baik langkah Lazis (Lembaga Amal Zakat Infak dan Sodakoh) PLN Jawa Timur yang memberikan perhatian kepada guru madrasah di Jawa Timur dengan memberikan pelatihan kepada para guru agar mereka menjadi guru yang berkompeten dan berkarakter.

Selanjutnya ia mengatakan, ada tiga hal yang harus dilakukan para guru, yakni disiplin, berdaya saing, dan mencintai tanah air. Disiplin sangat diperlukan agar bangsa bisa maju. Sementara daya saing, diperlukan untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Pendidikan karakter cinta tanah air saat ini tidak bisa diabaikan.

Pada kesempatan yang sama GM Distribusi PLN Jawa Timur H. Dwi Kustanto, MM mengatakan bahwa jumlah karyawan PLN se-Indonesia sebanyak 46 ribu pegawai, 36 ribu diantaranya beragama Islam. Dan seluruh pendapatannya setiap bulan dipotong sebesar 2,5 persen dikumpulkan di Lazis. Sehingga pada tahun 2016 berhasil terkumpul Rp 141 milyar.

Dari dana yang terkumpul 65 persennya diperuntukkan untuk kemajuan pendidikan terutama kemajuan madrasah. Sebagaimana yang telah dilakukan saat ini , mengadakan peltihan guru madrasah honorer di enam provinsi, salah satunya Jawa Timur dengan peserta sebanyak 125 orang.
arapan dengan dilatihnyan para guru madrasah honorer agarh para guru muda dapat mengajar secara efektif, menyenangkan dan mencetak peserta didik yang kompeten dan berkarakter.(bah)