Penentuan Halte Bus Trans Surabaya Jangan Mementingkan Titipan Pengembang

aweySurabaya,(DOC) – Proyek Bus Trans Surabaya terus dikebut untuk diuji cobakan pertama kali di jalan Middle East Ring Road (MERR) atau jalan Soekarno hingga Kenjeran pada awal tahun 2017 mendatang.

Bersamaan dengan rencana tersebut, pihak legislative nampaknya masih belum sepakat dengan penentuan halte disepanjang trayek Bus Trans.

Anggota Komisi C DPRD kota Surabaya, Vinsensius Awey menyatakan, penentuan halte disepanjang rute Bus Trans itu, janganlah diatur oleh kepentingan pihak pengembang yang ingin menjadikan lokasi halte sebagai bagian dari strategi penjualan unit apartemen atau perumahan mereka.

“Posisi halte harus ditentukan berdasarkan kebutuhan (demand) masyarakat setempat yang merupakan lokasi pelayanan publik dan ramai dikunjungi. Ya seperti kampus, mall, rumah sakit, atau ruang public lainnya,” ungkapnya, Rabu(7/12/2016).katanya.

Ia menyarankan, untuk menentukan halte Bus Trans, harus melalui kajian dari berbagai aspek, seperti salah satunya menghitung seberapa jauh masyarakat untuk berjalan kaki. “Itu juga bisa dijadikan acuan serta aspek lainnya,” ujarnya.

Selain kajian, perlu juga dilakukan survei yang mendalam terkait keberadaan halte Bus Trans, agar keberadaannya tidak menimbulkan dampak sosial yang buruk. “Survey harus serius agar jangan sampai keberadaan halte yang membuat Bus Trans Surabaya bebas hambatan, akan berbalik menjadi terhambat, lantaran begitu banyak halte titipan para pemegang kepentingan,” tambahnya.

Sebenarnya, keberadaan pengembang disekitar rute Bus Trans Surabaya ini, bisa menjadikan keuntungan tersendiri. Menurut Awey, pembangunan halte bisa tidak membebani APBD, dengan mengambil dana Corporate Social Responsibility (CSR) para pengembang atau pemilik perusahaan yang mempunyai kepentingan promosi. Mereka diberi kompensasi dengan pemasangan iklan ditiap-tiap halte Bus Trans Surabaya.

“Jadi kompensasi pemkot bagi bantuan pembangunan halte dari dana CSR-nya perusahaan atau pengembang bukanlah berupa titik lokasi halte di depan perusahaan mereka akan tetapi berupa pemasangan iklan produk yang mereka pasarkan,” pungkasnya.(rob7)