Penerbangan Surabaya – Sumenep Resmi Diluncurkan

Surabaya (DOC) – Penerbangan rute Surabaya dan Sumenep serta sebaliknya menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR-72 dengan kapasitas 70 penumpang resmi diluncurkan.

“Ini adalah sebuah kebanggaan, karena Surabaya dan Sumenep jalur transportasinya kini lebih dekat,” ujar Wakil Gubernur Jatim H Saifulah Yusuf di sela penerbangan perdana di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (27/9).

Setiap harinya, pesawat yang terbang dari Bandara Juanda ke Bandara Trunojoyo di Sumenep berangkat pukul 12.45 WIB, kemudian rute sebaliknya dari Sumenep ke Surabaya pada pukul 13.45 WIB dengan menempuh waktu perjalanan paling lama 40 menit. Untuk harga tiket, dari Surabaya ke Sumenep sebesar Rp 263.000 per penumpang, kemudian dari Sumenep ke Surabaya Rp 179.000 per penumpang.

Selain penerbangan menggunakan pesawat Wings Air, ada pesawat yang menghubungkan kedua daerah tersebut, yaitu menggunakan pesawat perintis yang dioperatori oleh PT Airfast Indonesia. Dalam seminggu, penerbangan sebanyak dua kali dengan menggunakan pesawat jenis Twin Otter DHAC 300 berkapasitas 17 penumpang.

Gus Ipul berharap, adanya penerbangan ini akan mampu berimbas positif pada peningkatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Madura, khususnya Sumenep. Dengan semakin dekat dan mudahnya akses ke Sumenep, maka bisa menaikkan kesejahteraan masyarakatnya sekaligus membantu peningkatan berbagai sektor, khususnya perekonomian setempat. “Layanan udara ke Madura (Sumenep, red) akan membuat distribusi ekonomi lebih merata. Jadi, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan di Surabaya saja, tapi juga daerah-daerah lain di Jatim,” terangnya.

Di tempat sama, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengaku bangga dan bersyukur karena saat ini Sumenep ke Surabaya tidak membutuhkan waktu hingga empat jam menempuh jalur darat. “Harapannya bagi masyarakat yang akan ke Madura, tak hanya ke Sumenep, bisa memanfaatkannya. Kami optimististis Sumenep semakin berkembang dan perekonomiannya meningkat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Wings Abadi Airlines, Redi Irawan yang juga hadir dalam penerbangan perdana ini memasang target tingkat keterisian penumpang rute baru ini sebesar 80 persen. “Penumpang yang dibidik adalah para pebisnis, wisatawan hingga mahasiswa. Kami berharap penerbangan ini sukses dan ke penumpang selalu penuh,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Wahid Wahyudi yang ikut dalam penerbangan perdana juga mengatakan, penerbagan ini bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antar daerah di Jatim, terutama wilayah kepulauan. “Kami optimistis penumpang yang menggunakan pesawat ini memenuhi target dan ke depan bisa menambah jadwal penerbangan,” katanya. (D02)