Penetapan DPT Nasional Diminta Ditunda

Tidak ada komentar 137 views

Jakarta, (DOC) – Karena sampai dengan hari ini, Minggu (03/11/2013) KPU terlihat belum juga mampu memperbaiki daftar pemilih yang bermasalah, Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) meminta kepada KPU untuk kembali menunda jadwal penetapan DPT.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif SIGMA, Said Salahudin dalam keterangan pers, Minggu (03/11/2013).
Menurut Said penundaan dimaksudkan supaya KPU bisa terus melakukan perbaikan agar DPT yang dihasilkan nantinya benar-benar akurat. “Sepanjang penundaan tidak berdampak pada terganggunya persiapan logistik Pemilu, apa alasannya DPT harus buru-buru ditetapkan?” tanya Said.
Namun demikian, ujar Said, penundaan bukan berarti tanpa batasan waktu. KPU, Bawaslu, Peserta Pemilu, dan perwakilan pemilih perlu menyepakati bersama batas waktunya agar ada kepastian hukum. Dia pun berpendapat dalam masa penundaan itu nantinya setiap pihak diharapkan bisa memberikan temuan data pemilih yang masih bermasalah kepada KPU.
“Tidak boleh lagi hanya asal ngomong tanpa disertai data,” cetusnya.
“Nah, masa penundaan itu nantinya sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi parpol untuk memperjuangkan hak memilih kepada konstituennya,” lanjutnya.
Lebih jauh Said berpendapat parpol harus membuang jauh-jauh pikiran untuk memanfaatkan karut-marut DPT sebagai senjata untuk mengajukan sengketa hasil Pemilu di MK, misalnya. Sebab, merujuk pendapat hukum 9 Hakim Konstitusi yang tertuang melalui Putusan PHPU No.108-109 tahun 2009, keberatan terkait DPT adalah materi keberatan yang harus ditolak (void) atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.
Soal pemilih ganda, lanjut Said misalnya, tidak ada kaitannya dengan parpol atau caleg mana yang akan diuntungkan. Tidak dengan sendirinya seseorang yang terdaftar lebih dari 1 kali dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya lebih dari 1 kali.
“Karena di TPS ada pengawasan yang melibatkan banyak unsur, mulai dari pengawas Pemilu, pemantau Pemilu, masyarakat, serta perwakilan parpol yang menjadi saksi,” tegasnya. (co/r4)