Pengadaan Alat Cuci Darah Ditolak

Tidak ada komentar 228 views

Surabaya, (DOC) – Proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2013 saat ini dalam pembahasan di tingkat Komisi di DPRD Surabaya. Dari sekian pengajuan usulan perubahan anggaran, beberapa diantaranya tidak ada penambahan malah anggaran yang sudah di plot dalam APBD saat ini dikembalikan karena tidak bisa dipakai oleh dinas satuan kerja terkait.
Salah satunya berkenaan dengan anggaran pengadaan alat kesehatan khususnya, alat cuci darah Hemodialisa yang justru dikembalikan sebesar Rp 50 milliar. Pengembalian anggaran ini cukup disayangkan oleh pihak Komisi D DPRD Surabaya mengingat pentingnya keberadaan alat tersebut di RS Bakti Dharma Husada untuk peningkatan fungsi pelayanan kesehatan.
Namun pihak RS sendiri juga tidak sepenuhnya bisa berbuat banyak mengingat sejumlah syarat pendukung guna pengadaan alat tersebut belum tersedia. Bahkan rumor awal saat penganggaran ini muncul, kabarnya pihak RS sendiri justru tidak meminta alokasi anggaran itu.
Menyikapi hal ini, Baktiono, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, sudah seharusnya RS Bakti Dharma Husada maupun RS Suwandi yang notabene adalah rumah sakit milik pemerintah daerah bisa dilengkapi dengan keberadaan alat tersebut.
Alasannya, cukup banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan alat itu yang semestinya bisa dipenuhi oleh RS pemerintah. Tentang syarat pendukung, menurut Baktiono, hal itu masih dimungkinkan untuk disiasati asal tidak melanggar peraturan yang ada.
Dengan dikembalikannya anggaran tersebut maka pengadaan alkes hemodialisa dipastikan tidak bisa direalisasi pada tahun ini. Lebih lanjut Baktiono menegaskan bahwa Komisi D berharap agar 2014 pengadaan alat cuci darah itu bisa dilakukan. (k4/r4)