Penggeledahan Rumah Bomber Mapolrestabes, Densus Temukan Bom Aktif

foto : petugas kepolisian keluarkan kotak hitam berisi bom dari rumah kontrakan Tri Murtiono

Surabaya,(DOC) – Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Gegana Polda Jatim melakukan penggeledahan dan olah tkp di rumah kontrakan Tri Murtiono, seorang pelaku pengeboman di Mapolrestabes Surabaya, Selasa(15/5/2018) pagi.

Rumah kontrakan yang tergolong besar milik Tri Murtiono tersebut berada di jalan Tambak Medokan Ayu gang 6 Surabaya.

Dalam penggeledahan, tim Densus mengamankan barang bukti sejumlah bahan peledak dari dalam rumah pelaku yang langsung dibawa tim Gegana untuk diledakkan di kawasan Gunung Anyar.

Petugas yang datang ke TKP langsung melakukan penyisiran dan menggeledah isi rumah yang berakhir pada bulan Juni.

Warga disekitar diminta keluar dan mengosongkan rumah karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga dengan awak media yang diminta menjauh hingga radia 400 meter.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat meninjau lokasi tak memberikan komentar ke para awak media.

Salah seorang warga, menyebutkan, pelaku bersama keluarganya membuka usaha di rumah kontrakan. Usaha bernama Almini itu bergerak di bidang pembuatan mebel, yakni pembuatan kusen pintu.

“Di sini juga (pelaku,red) ada usaha namanya Almini, buat kusen, Tapi dia ditanya cuma proyek gitu aja. Proyek apa ya enggak tahu, ya enggak pernah mengerjakan,” kata Ninuk.

Sementara itu, Muhammad Amim, Ketua RW 2, Medokan Ayu, Surabaya menyatakan, ditengarai usaha kusen ini hanya kedok, karena Ia kerap melihat Tri membawa kardus ke dalam rumah kontrakan yang baru dihuni sejak Januari 2018 itu.

“Tapi hanya dibuat kedok. Ternyata dia itu pagi sore sering bawa kardus, enggak tau isinya apa. Ternyata di sini ada teroris itu,” katanya.

Densus 88 juga berhasil menemukan Kartu Keluarga pelaku bom Polrestabes Surabaya. Mereka ialah Tri Murtiono (49), Tri Ernawati (42), Muhammad Dafa Amin Murdana (16), Muhammad D. Satria Murdana (14). Keempatnya tewas setelah bom meledak. Sedangkan, anak bungsu Tri yang berusia 7 tahun selamat dirawat di RS Bhayangkara.(hadi/r7)