Penggerak Massa Dilepas, Polisi Kerahkan Pasukan

Tidak ada komentar 103 views

Surabaya, (DOC) – Tidak ingin kerusuhan makin meluas dan memakan waktu yang lama, polisi akhirnya bergerak cepat. Namun sayang, meski berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku kerusuhan, kedua orang itu hanya dikenakan wajib lapor tanpa dilakukan penahanan.

Dua pria yang menurut versi polisi diduga sebagai salah satu anggota tim penggerak massa di Bangkalan itu bernama Rudi dan Anwar. Begitu diamankan dari lokasi yang berbeda dan langsung dilakukan pemeriksaan, kedua orang ini hanya dikenakan wajib lapor dan tidak dilakukan penahanan terhadap mereka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, untuk melakukan penahanan terhadap kedua orang itu masih terus dipelajari walaupun banyak informasi yang masuk ke Kepolisian yang menyatakan bahwa kedua orang itu menjadi bagian dari tim penggerak massa sehingga kerusuhan Bangkalan itu terjadi.

“Langkah yang sudah diambil Polda Jatim dan jajarannya adalah terus melakukan razia di tempat-tempat yang berpotensi terjadinya lagi kerusuhan. Setidaknya, 10 orang yang terkait dengan kasus ini sudah kami periksa dan kami mintai keterangan,” lanjut Hilman.

Hilman mengatakan, dari sepuluh orang tersebut, tujuh orang diantaranya langsung dilepaskan kembali karena kurangnya alat bukti yang dimiliki polisi sedangkan tiga orang sisanya dalam pengawasan polisi.

“Dua dari tiga orang itu, sudah dikenakan wajib lapor dua kali seminggu sedangkan satu orang lagi langsung diamankan karena terbukti membawa senjata tajam jenis keris atau badik. Terhadapnya, kami jerat dengan Undang-Undang Darurat. Satu orang tersangka tersebut bernama Mat Bin Tajul, “ ungkap Hilman.

Masih menurut pengakuan Hilman, untuk terus menekan supaya kerusuhan tidak sampai berimbas ke sekitar Bangkalan, 2.700 personil polisi yang diterjunkan di Bangkalan, dan mendapat bantuan dari Mabes Polri bahkan Polda Jawa Tengah. Diperkirakan, jumlah keseluruhan personil yang diturunkan ke Bangkalan hampir 3.500 personil kepolisian.

Untuk diketahui, pengerahan besar-besaran pasukan Polda Jatim itu, imbas dari tidak terimanya pendukung Imam Buchori Cholil – Zainal Alim, pasangan nomor 1 yang pencalonannya dicoret KPUD Kabupaten Bangkalan. Polda Jatim sendiri mengirimkan 1.200 petugas dari Dalmas dan Satuan Samping (Satuan Reserse, Satuan Intelkam, Satuan Propam dan Satuan Bina Mitra) untuk mendampingi 1.500 personil kepolisian lainnya dari berbagai Polres di Jawa Timur.

Pascapencoretan nama Imam Buchori dan Zainal Alim tersebut, KPUD Kabupaten Bangkalan langsung diduduki massa pendukung calon nomor 1 ini. Para simpatisan itu makin beringas begitu mengetahui KPUD Kabupaten Bangkalan tetap mendistribusikan logistik untuk Pilkada Kabupaten Bangkalan yang akan dihelat Rabu (12/12/2012).

Dengan pengawalan ketat, truk-truk yang berisi surat suara itu bergerak menuju 1.854 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 18 Kecamatan. Di Kabupatan Bangkalan sendiri tercatat 880.928 penduduk yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 12 Desember 2012 tersebut. (k1/r4)