Penggunaan APBD Surabaya Tak Transparan

Tidak ada komentar 178 views

Surabaya,(DOC) – Buku APBD 2014 yang di cetak banyak dan disebar ke sejumlah pihak termasuk fraksi-fraksi yang ada di DPRD Surabaya setiap tahunnya, nampaknya tidak berlaku untuk tahun ini.

Buku APBD yang selama ini menjadi pedoman penganggaran uang rakyat dan bisa di minta oleh semua masyarakat, kini hanya di cetak hanya 51 buah.
Cetakan buku APBD itu hanya di bagikan ke 50 anggota dewan dan Sekertaris DPRD Surabaya(Sekwan). Sementara fraksi dan komisi tidak mendapatkan jatah cetakan buku APBD 2014 tersebut. Hal ini aneh, karena alasan buku APBD tidak dicetak banyak untuk tahun ini, karena keterbatasan anggaran.

Ismet Rama, Ketua Lembaga Pengawasan Anggaran Indonesia Jawa Timur mengaku heran dengan dengan kondisi ini, mengingat kekuatan APBD 2014 sekarang ini, lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu mencapai Rp. 5,6 Trilliun.

Ia menduga, mendekati masa kampanye ini, sengaja buku APBD 2014 tidak dicetak banyak, agar kontrol masyarakat mandul.
“Saya yakin, dewan tidak akan menjalankan fungsinya karena sibuk menyapa konstituennya, meski bawa buku anggaran belanja. Apalagi masyakarakat yang tidak akan bisa mengontrol anggaran,” ujar Ismet, saat di gedung DPRD Surabaya, Jumat(28/3/2014).

Ia menjelaskan, seperti tahun sebelumnya, ia bisa mengontrol penggunaan anggaran APBD dari buku yang dicetak di komisi-komisi dan fraksi-fraksi. Namun untuk tahun ini, dipastikan masyarakat tidak akan mengetahui, penggunaan anggaran APBD dengan benar.
“Sudah tiga hari, saya menanyakan buku itu, tapi hasilnya nihil. Dengan ketidak transparan ini, saya menduga ada sesuatu yang disembunyikan. Mungkin juga ada proyek fiktif,”cetusnya.

Sementara itu, informasi yang beredar, buku APBD 2014 tersebut telah dicetak dengan jumlah seperti semula. Namun sengaja buku tersebut tidak disebar oleh Pemkot Surabaya dengan alasan yang kurang jelas.(r7)