Penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk Transportasi Surabaya

Surabaya, (DOC) – Surabaya mendapat kado istimewa menjelang HUT-nya yang ke-720. Ya, Kota Pahlawan berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Bidang Lalu Lintas tahun 2012 kategori kota metropolitan. Piala diserahterimakan langsung oleh Menteri Perhubungan RI kepada Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Surabaya Hadisiswanto Anwar di Jakarta, Senin (6/5). Turut mendampingi, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif dan Kadishub Surabaya Eddi.
Ini merupakan penerimaan WTN ke-17 bagi Surabaya sejak pertama kali diselenggarakan pada 1992. WTN sendiri adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Tujuannya, untuk memberikan motivasi kepada seluruh wilayah guna meningkatkan sarana dan prasarana jalan, terciptanya sistem transportasi yang baik, serta pembenahan organisasi dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Kadishub Surabaya Eddi mengatakan, Surabaya telah melewati serangkaian proses penilaian yang terbagi dalam tiga tahap. Adapun ketiga tahap tersebut antara lain penilaian administrasi, penilaian teknis dan operasional bidang transportasi, serta penilaian komitmen pemerintah kabupaten/kota.
Dikatakan Eddi, pada tahap penilaian teknis dan operasional, tim juri melakukan sejumlah survey. Survey yang dimaksud meliputi survey ruas jalan, persimpangan, dan angkutan umum. Sedangkan pada tahap akhir, masing-masing pemerintah daerah (pemda) yang lolos diuji paparan untuk mengetahui sejauh mana komitmen yang diusung guna memajukan transportasi.
Akhirnya, melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 429 Tahun 2013 Tentang Penerima Penghargaan WTN, Surabaya dinyatakan sebagai yang terbaik dalam ajang tahunan tersebut. “Atas keberhasilan ini, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, dalam hal ini Satlantas Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak. Dan Terlebih kepada seluruh masyarakat Surabaya,” ujarnya alumnus ALL angkatan V ini.
Masih menurut Eddi, kesuksesan ini tak lepas dari beberapa terobosan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Salah satunya yakni pengoperasian Intelegence Transport System (ITS). Dengan kemampuannya mengatur traffic light (TL) secara otomatis berdasarkan kepadatan lalu lintas, ITS diakui sangat membantu kinerja Dishub maupun polisi dalam mengurai kepadatan kendaraan. Teknologi itu, perlahan tapi pasti, juga sudah mulai menggantikan sistem lama yang masih mengandalkan cara hitung mundur.
“ITS ini awalnya mulai kita terapkan pada 2011. Saat itu baru ada di 14 titik. Tapi sekarang jumlahnya sudah berkembang menjadi 38 titik persimpangan,” jelasnya. Ke depan, Dishub akan fokus pada pengembangan pedesterian, jalur sepeda, dan sarana tranportasi massal.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif mengaku bangga atas keberhasilan Surabaya meraih WTN. Menurut dia, ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya mewujudkan rasa aman, nyaman, selama, tertib, dan lancar. Dengan demikian, dapat menekan angka kecelakaan di jalan.
Alumnus Akpol 1996 itu juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Wali Kota Surabaya terhadap banyaknya pelanggaran lalin di kalangan pelajar. Alif menyatakan, usia pelajar yang belum layak mendominasi jenis pelanggaran. Di samping itu menerobos lampu merah, berboncengan tiga, dan tanpa helm juga kerap dilakukan para pelajar.
“Namun, perhatian Ibu Wali Kota sangat besar soal masalah ini. Kami bersama instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan, tak pernah lelah memberi sosialisasi safety riding kepada anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Alif juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah menggalakan program Simpati Masyarakat. Program tersebut merupakan bentuk sosialisasi dengan memanfaatkan spanduk dan brosur. Serta, ada pula program STMJ (Surabaya Taat Marka Jalan) yang diharapkan dapat meningkatkan level kedisiplinan pengguna jalan.(r4)