Penghuni Keluhkan Fasilitas Apartemen Puncak Permai

Surabaya,(DOC) – Permasalahan sertifikat kepemilikan Apartemen Puncak Permai yang dikeluhkan oleh penghuninya, nampaknya akan terus berbuntut panjang.
Salah satu penghuni apartemen Puncak Permai, Ronny mempertanyakan sertifikat kepemilikan yang hingga sekarang belum dikeluarkan oleh pihak pengelola. Padahal menurut Ronny, dirinya bersama beberapa penghuni lainnya sudah melunasi cicilan untuk memiliki apartemen tersebut secara sah.
Bukan hanya itu, Pihak pengelola Apartement yang berdomisili di jalan raya Darmo Permai tersebut, juga telah mengingkari para penghuni, yang sebelum membeli dijanjikan fasilitas memadai sesuai biaya yang dikeluarkan.
“Masalah sertifikat belum selesai, sekarang kami juga mempertanyakan kacaunya fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola. Seperti kolam renang yang baru dibersihkan beberapa tahun sekali dan juga suplay air yang begitu kotor,” keluh Ronny saat dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya, Kamis(21/11/2013).

Selain itu, soal tagihan listrik PLN, juga dikenakan tidak sesuai dengan tarif yang dikeluarkan oleh pemerintah. Bahkan menurut Ia, para penghuni apartement juga harus membayar denda 1 persen per-hari. jika terdapat keterlambatan.
“ Kita dikenakan denda satu persen perhari maksimal 30 persen, selain itu pihak pengelola juga menaikkan harga listrik tanpa persetujuan dari PLN,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reddy Supriadi perwakilan managemen Apartemen Puncak Permai menyatakan, sertifikat kepemilikan apartement yang dikuatrikan oleh para penghuni kini masih dalam proses. “Kami masih mengurus dan sekarang sudah proses karena dalam mengurus sertifikat apartemen tidak sama dengan mengurus sertifikat rumah, ada beberapa tahadapan yang harus dilalui,” katanya.
Sedang menyakut masalah pembayaran listrik, Ia mengungkapkan, pihak managemen jika membayar rekening listrik tidak dikenai per-kamar, namun secara keseluruhan. “Tidak benar itu, jika kita menaikkan harga listrik tidak sesua dengan harga PLN, dan bayarnya pun harus bersama tidak boleh persatu kamar yang ada diapartemen,” ujarnya.
Hearing yang berlangsung satu jam lebih ini, memang belum menuai hasil yang maksimal, karena belum ada pembuktian ke lokasi. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Armudji dalam kesempatan tersebut, mengajak Managemen Apartemen Puncak Permai dan Penghuninya untuk sidak ke lokasi guna mengetahui secara jelas duduk permasalahnnya.(zab/r7)