Pengiriman Logistik Pemilu ke Papua Selalu Terlambat

Tidak ada komentar 185 views

Jakarta, (DOC) – Pemilihan Umum Legislatif (pileg) 2014 harusnya serentak diadakan pada Rabu (9/4/2014) di seluruh Indonesia. Namun, sejumlah wilayah di Papua terpaksa belum melaksanakan pencoblosan karena hingga hari H belum menerima logistik pemilu.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan, keterlambatan logistik di Papua bukan jadi alasan gagalnya pemilu 2014. “Tidak terdistribusinya logistik di Papua sehingga tidak bisa melakukan pencoblosan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi alam disana yang sulit ditembak. Walaupun saya yakin KPU sudah mengantisipasi faktor alam ini, namun tetap tidak membenarkan keterlambatan logistik pemilu yang terjadi. Harusnya KPU lebih matang mengantisipasinya sehingga ini tidak terjadi dan menunda pelaksanaan pencoblosan. Ini harus menjadi catatan dan evaluasi pemilu selanjutnya,” paparnya.
Arbi Sanit menambahkan, keterlambatan logistik di Papua pasti akan terus terjadi di pemilu mendatang. “Lima kali pelaksanaan pemilu kedepan, atau 25 tahun mendatang pasti urusan pengiriman logistik pemilu ke Papua akan selalu terlambat. Ini terjadi bukan hanya karena faktor KPU nya saja, tapi juga karena pembangunan infrastruktur di Papua bukan prioritas pemerintah sehingga masalah ini akan terus berulang. Pembanginan di Papua sangat lambat, transportasi menjadi kendala utama. Jika tidak ingin terjadi keterlambatan logistik yaitu dengan memperbesar anggaran biaya pemilu di Papua, dengan menyewa sarana transportasi yang bisa menjangkau ke daerah-daerah pelosok,” jelasnya.
Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay berdalih keterlambatan logistik pemilu di Papua terjadi dikarenakan cuaca buruk. “KPU sudah mengantisipasi adanya kemungkinan keterlambatan pengiriman logistik ke Papua. Namun, memang karena kondisi cuaca yang buruk menyebabkan penerbangan untuk mengirimkan logistik ke berbagai distrik di Papua tidak bisa dilakukan,” paparnya.
Hadar menjelaskan, pencoblosan disejumlah wilayah Papua akan dilaksanakan pada 12 April mendatang. Berdasarkan data KPU beberapa wilayah di Papua yang terlambat menerima logistik pemilu antara lain Kabupaten Yahukimo dan Nduga. (r4)